Pengertian Keluarga Menurut Teori

Keluarga adalah tempat pertama dan utama dimana anak dididik dan dibesarkan. Menurut Alex Thio (Maryam, 2006:71) keluarga merupakan “the amiliy…a group of related individuals who live together an d cooperate as a unit”. Keluarga merupakan kelompok individu yang ada hubungannya, hidup bersama dan bekerjasama di dalam suatu unit. Kehidupan dalam kelompok tersebut bukan secara kebetulan, tetapi diikat oleh hubungan darah atau perkawinan.

Donald Light (Maryam, 2006:71), “a family as a two or more person living together and related by blood, marriage or adoption”. Keluarga adalah kehidupan dari dua orang atau lebih yang diikat hubungan darah, perkawinan atau adopsi.

Tirtaraharja (Maryam, 2006:71) keluarga diartikan sebagai kelompok primer yang terdiri atas sejumlah orang, karena hubungan semenda dan sedarah. Keluarga dapat berbentuk keluarga inti (nuclear family) yang terdiri ayah, ibu dan anak-anak.

Menurut pakar pendidikan, William Bennett (Maryam, 2006:71) keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain untuk memperbaiki kegagalan-kegagalannya.

Dari paparan dapat disimpulkan keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan anak. Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) untuk memperbaikinya.

Refrensi Rujukan :
  1. Mc. Clelland, Atkinson, Clark & Lowell. (1953). The Achievment Motive. New York: Halsted Press.
  2. Mc.Clelland, D. C .(1985). Human Motivation. Illinois : Scott, Foresman & Company.
  3. Nasution. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
  4. Natawidjaja, Rochman. (2009). Konseling Kelompok,konsep Dasar dan Pendekatan . Bandung : Rizqi Press
  5. Nisriyana, Ela. (2007). Hubungan interaksi sosial dalam kelompok Teman sebaya dengan motivasi belajar siswa. Skripsi Sarjana pada Fip UNNES Semarang : tidak diterbitkan.
  6. Surya, Mohamad. (2003). Psikologi Konseling. Bandung : Pustaka Bani Quraisy
  7. Syamsudin, Makmun Abin. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya
  8. Uno, Hamzah B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.
  9. Widiastuty, Isti Larasati. (2011). Indeks Pembangunan Manusia. BPS Kota Bandung
  10. Winkel, W.S. (2009). Bimbingan di Institusi Pendidikan. Jakarta : Grafindo
  11. Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bandung : Rizqi Press
  12. Yusuf, Syamsu dan Nurikhsan, Juntika. (2006). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
  13. Maryam, S. (2006). “Peer Group dan Aktivitas Harian (Belajar) Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Remaja ”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 058, (192), 66-92