REFERENSI PENDIDIKAN

Pengertian Motivasi Belajar

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/pengertian-motivasi-belajar.html

Motivasi belajar merupakan daya penggerak dalam melakukan aktivitas belajar, suatu kekuatan yang memberikan arah dalam kegiatan belajar. Motivasi belajar timbul karena faktor dari diri sendiri dan dari luar. Uno (2011:23) mengemukakan “motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku”.

Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan yang kondusif dalam belajar.

Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang dapat menjamin kelangsungan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai (Sardiman, 2005:75).

Winkel (2009:207) mengemukakan motivasi belajar adalah “keseluruhan daya gerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan serta memberi arah pada kegiatan belajar”.
Motivasi belajar adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan belajar karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya atau pun dari luar. Kegiatan belajar dilakukan dengan kesunguuhan hati dan terus menerus dalam rangka mencapai tujuan. Motivasi memegang peranan yang penting dalam kegiatan belajar, karena mempengaruhi pada hasil belajar.

Menurut Mc.Clelland (Moh.surya, 2003:104) pada dasarnya dalam diri setiap orang terdapat kebutuhan untuk melakukan perbuatan dalam memperoleh hasil yang sebaik-baiknya. Kebutuhan itu dinamakan kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) dan dorongan individu untuk melakukan kegiatan belajar.

Mc. Clelland (1985:121) menyebutkan : Motivasi berprestasi meliputi pertama kecenderungan atau upaya untuk berhasil atau mencapai tujuan yang dikehendaki; kedua keterlibatan ego individu dalam suatu tugas; ketiga harapan suatu tugas yang terlihat oleh tanggapnya subyek; keempat motif untuk mengatasi rintangan atau berupaya berbuat sesuatu dengan cepat dan baik.

Dari uraian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan bagian dari motivasi berprestasi, karena motivasi berprestasi adalah motivasi seseorang untuk meraih prestasi dalam kehidupan. Salah satu bentuk prestasi adalah belajar.

Refrensi Rujukan :
  1. Mc. Clelland, Atkinson, Clark & Lowell. (1953). The Achievment Motive. New York: Halsted Press.
  2. Mc.Clelland, D. C .(1985). Human Motivation. Illinois : Scott, Foresman & Company.
  3. Nasution. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
  4. Natawidjaja, Rochman. (2009). Konseling Kelompok,konsep Dasar dan Pendekatan . Bandung : Rizqi Press
  5. Nisriyana, Ela. (2007). Hubungan interaksi sosial dalam kelompok Teman sebaya dengan motivasi belajar siswa. Skripsi Sarjana pada Fip UNNES Semarang : tidak diterbitkan.
  6. Surya, Mohamad. (2003). Psikologi Konseling. Bandung : Pustaka Bani Quraisy
  7. Syamsudin, Makmun Abin. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya
  8. Uno, Hamzah B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.
  9. Widiastuty, Isti Larasati. (2011). Indeks Pembangunan Manusia. BPS Kota Bandung
  10. Winkel, W.S. (2009). Bimbingan di Institusi Pendidikan. Jakarta : Grafindo
  11. Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bandung : Rizqi Press
  12. Yusuf, Syamsu dan Nurikhsan, Juntika. (2006). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved