REFERENSI PENDIDIKAN

Peran Keluarga terhadap Motivasi Belajar

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/peran-keluarga-terhadap-motivasi-belajar.html

Keluarga merupakan salah satu wadah bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang pertama dan utama, dan orang tua yaitu ayah dan ibu sebagai penanggung jawab keluarga. Dalam mendidik anak dalam lingkup suatu keluarga tidak semata-mata hanya tergantung pada orang tua, melainkan peran dari seluruh anggota keluarga yang lain, misalnya kakek, nenek, kakak atau yang lain yang serumah.

Orangtua sebagai penanggung jawab dalam keluarga apabila kurang berhati-hati dalam membimbing dan mengevaluasi akan terjadi suatu hal yang tidak kita inginkan, misalnya anak sering membolos, anak sering melakukan hal- hal yang kurang baik. Hal tersebut disebabkan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak.

Lingkungan keluarga merupakan faktor yang sangat penting dan paling dominan. Mengingat bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan keluarga, oleh karena itu pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak terutama dalam proses belajar. Menurut pakar pendidikan, William Bennett
(Maryam, 2006: 72), “keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif Untuk menjalankan fungsi  Departemen Kesehatan, Pendidikan, Dan Kesejahteraan”. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain diluar keluarga (sekolah) untuk memperbaiki kegagalan-kegagalannya.

Lingkungan keluarga dengan memiliki karakteristik keluarga yang sangat baik, seperti keluarga yang memiliki tingkat penghasilan yang besar dengan jumlah keluarga yang tidak banyak, sehingga keluarga berada pada tingkat sosial ekonomi tinggi dengan disertai tingkat pendidikan orang tua yang pernah ditempuh tergolong tinggi dan usia orang tua yang masih muda maka akan sangat membantu anak dalam belajar.

Refrensi Rujukan :
  1. Mc. Clelland, Atkinson, Clark & Lowell. (1953). The Achievment Motive. New York: Halsted Press.
  2. Mc.Clelland, D. C .(1985). Human Motivation. Illinois : Scott, Foresman & Company.
  3. Nasution. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
  4. Natawidjaja, Rochman. (2009). Konseling Kelompok,konsep Dasar dan Pendekatan . Bandung : Rizqi Press
  5. Nisriyana, Ela. (2007). Hubungan interaksi sosial dalam kelompok Teman sebaya dengan motivasi belajar siswa. Skripsi Sarjana pada Fip UNNES Semarang : tidak diterbitkan.
  6. Surya, Mohamad. (2003). Psikologi Konseling. Bandung : Pustaka Bani Quraisy
  7. Syamsudin, Makmun Abin. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya
  8. Uno, Hamzah B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.
  9. Widiastuty, Isti Larasati. (2011). Indeks Pembangunan Manusia. BPS Kota Bandung
  10. Winkel, W.S. (2009). Bimbingan di Institusi Pendidikan. Jakarta : Grafindo
  11. Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bandung : Rizqi Press
  12. Yusuf, Syamsu dan Nurikhsan, Juntika. (2006). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved