REFERENSI PENDIDIKAN

Strategi Pembelajaran Inkuiri

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/strategi-pembelajaran-inkuiri.html

A. Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran; sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan

Coba Anda simak contoh berikut ini:
Pak Wahyu akan mengajarkan kepada siswa konsep angin, untuk menjelaskan konsep tersebut dia mengajak siswanya pergi ke luar kelas dan berkumpul di sekitar pepohonan. Kemudian Pak Wahyu meminta siswanya untuk merasakan angin yang berhembus kemudian mengamati dedaunan di pohon, kemudian dia meminta siswanya menguraikan apa itu angin dari hasil apa yang telah siswa rasakan.

Strategi yang digunakan oleh Pak Wahyu ini adalah inkuiri, di mana siswa diminta untuk merasakan dan mengamati sendiri tentang angin dan bagaimana dedaunan dapat bergerak oleh angin. Berdasarkan pengalaman tersebut akhirnya siswa dapat menjawab guru tentang angin bahwa angin itu tidak dapat dilihat, tapi dirasakan, yang dilihat pada saat dedaunan bergerak, itu disebabkan karena terkena hembusan angin.

Dari penjabaran contoh di atas, dapat dipahami oleh Anda bahwa dalam pembelajaran, sebaiknya siswa diajak lebih aktif, karena jika siswa dapat merasakan atau mengalami sendiri pembelajaran tersebut akan lebih bermakna dan menerap lebih lama dalam pikiran siswa.

Untuk lebih jelasnya lagi Anda harus simak penjelasan berikut ini bagaimana strategi ini diterapkan agar lebih efektif lagi. Berikut adalah ciri-ciri pembelajaran inkuiri, yaitu:

Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.

Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri {self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa. Oleh sebab itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.

Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal; namun sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran.

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.

B. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri.
  1. Berorientasi pada Pengembangan Intelektual. Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
  2. Prinsip Interaksi. Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
  3. Prinsip Bertanya. Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakanstrategi ini adalah guru sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.
  4. Prinsip Belajar untuk Berpikir. Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
  5. Prinsip Keterbukaan. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.
Terdapat beberapa Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri, coba Anda perhatikan dengan seksama:

1. Keunggulan

Strategi Pembelajaran Inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan, di
antaranya:
  1. Startegi ini merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
  2. Startegi ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  3. Startegi ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  4. Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
2. Kelemahan

Di samping memiliki keunggulan, strategi ini juga mempunyai kelemahan, di antaranya:
  1. Jika strategi ini digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  2. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  4. Selama kriteria keberhasiJan beJajar ditentukan oJeh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka strategi ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan agar strategi inkuiri ini menjadi lebih efektif,  yaitu Metode Problem Solving, Metode Diskusi, Metode Simulasi (simulation)

Refrensi Rujukan :
  1. Hamalik, Oemar (1990 ) . Metode Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung : Penerbit Tarsito
  2. Hasibuan, Ibrahim, dan Toenlioe. 1991. Proses Belajar Mengakar keterampilan dasar pengajaran Mikro. Penerbit: PT Remaja Rosdakarya Bandung .
  3. Ibrahim R , Syaodih S Nana. ( 2003 ) . Perencanaan pengajaran . Jakarta : PT . Rineka Cipta.
  4. Joyce Bruce. Et al. (2000). Models of Teaching. 6th Ed. Allyn & Bacon : London
  5. Masitoh, Dewi Laksmi. (2009). Strategi Pembelajaran. Depag: Modul Dual Mode untuk Guru MI dan PAI SD.
  6. Nasution. S. ( 2005 ). Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar Jakarta : PT. Bumi Aksara.
  7. Sanjaya Wina, (2006) Strategi pembelajaran, Jakarta: Media Prenada
  8. Sudjana Nana . (1989 ). Cara Belajar Siswa Aktif dalam proses belajar mengajar Bandung : Penerbit Sinar Baru.
  9. Uno, B. Hamzah . ( 2006 ) . Perencanaan Pembelajaran . Jakarta : PT. Bumi Aksara.
  10. Yamin, Martinis. ( 2006 ) . Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta : Gaung Persada Press.
  11. Suhardjo dan Umi S. 2006. Buku Petunjuk Teknis Praktik Pengalaman Lapangan (Bidang Studi D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Penerbit: Universitas Negeri Malang (UPT Program Pengalaman Lapangan).
  12. Usman, Moh. Uzer. 1995. Menjadi Guru Profesional. Penerbit: PT Remaja Rosdakarya Bandung.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved