REFERENSI PENDIDIKAN

Tujuan Bimbingan Pribadi-sosial

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/tujuan-bimbingan-pribadi-sosial.html

Berkaitan dengan bimbingan pribadi-sosial, Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2008:14) Menyebutkan beberapa tujuan dari bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial sebagai berikut:
  1. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergualan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
  2. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
  3. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, serta mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yanag dianutnya.
  4. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstuktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan, baik fisik maupun psikis.
  5. Memiliki sifat positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
  6. Memiliki kemampuan melakukan pilihan secara sehat.
  7. Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya.
  8. Memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen, terhadap tugas dan kewajibannya.
  9. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship) yang diwujudkan dalam bentuk persahabatan, persaudaraan atau silahturahmi dengan sesama manusia.
  10. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
  11. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.
Dengan memahami arti dan tujuan dari bimbingan pribadi-sosial ini, maka diharapkan individu mampu mengatasi permasalahan interpersonal dan mampu berinteraksi sosial dengan baik. 

Refrensi Rujukan :
  1. Fajarria, Asti. (2012). Program Bimbingan Pribadi Sosial untuk Meningkatkan Disiplin Siswa di Sekolah (Berdasarkan Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Bandung Tahun Ajaran 2011/2012). Skripsi Jurusan Program Sarjana Bimbingan dan Konseling UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
  2. Kartini, Kartono. (1992). Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  3. Novia, Nike Sri. (2010). Program Bimbingan Pribadi Sosial untuk Mereduksi Kenakalan Remaja (Berdasarkan Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas X SMA Pasundan 8 Bandung Tahun Ajaran 2009/2010). Skripsi Jurusan Program Sarjana Bimbingan dan Konseling UPI Bandung: tidak diterbitkan.
  4. Nurihsan, Achmad Juntika. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Belakang Kehidupan. Bandung: PT Refika Aditama.
  5. Santrock, John W. (1995). Life-Span Development. Alih Bahasa (2002). Juda Damanik dan Achmad Chusairi. Perkembangan Masa Hidup Edisi Lima Jilid II. Jakarta: Erlangga.
  6. Santrock, John W. (1996). Adolescence. Alih Bahasa (2003). Shinto B.Adelar dan Sherly Saragih. Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
  7. Winkel, W.S. (1997). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
  8. Yusuf L.N., Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. (2008). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved