Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran

Guru yang baik akan berusaha sedapat mungkin agar pembelajarannya berhasil dengan optimal. Salah satu faktor yang bisa membawa keberhasilan itu ialah guru tersebut senantiasa membuat perencanaan mengajar sebelumnya. Pada garis besarnya, perencanaan pembelajaran itu bertujuan untuk mengarahkan dan
membimbing kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Sagala (2003) bahwa:

“Tujuan perencanaan bukan hanya penguasaan prinsip-prinsip fundamental, tetapi juga mengembangkan sikap yang positif terhadap program pembelajaran, meneliti dan menemukan pemecahan masalah pembelajaran. Secara ideal tujuan perencanaan pembelajaran adalah menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan”.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa tujuan perencanaan itu memungkinkan guru memilih metoda mana yang sesuai sehingga proses pembelajaran itu mengarah dan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Bagi guru, setiap pemilihan metoda berarti menentukan jenis proses belajar mengajar
mana yang dianggap efektif untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Hal ini juga sekaligus mengarahkan bagaimana guru mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam proses pembelajaran yang telah dipilihnya. Dengan demikian betapa pentingnya tujuan itu diperhatikan dan dirumuskan dalam setiap pembelajaran, agar pembelajaran itu benar-benar dapat mencapai tujuan sebagaiman yang tertuang dalam kurikulum.

Disamping pendapat tentang tujuan perencanaan di atas, terdapat juga beberapa fungsi perencanaan seperti yang dikemukakan oleh Oemar Hamalik (2001) bahwa pada garis besarnya perencanaan pembelajaran berfungsi sebagai berikut:
  1. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang dilakssiswaan untuk mencapai tujuan itu.
  2. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
  3. Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
  4. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-- minat siswa, dan mendorong motivasi belajar.
  5. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi yang baik dan metoda yang tepat.
  6. Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada siswa.
Berdasarkan seluruh uraian di atas, maka secara hakiki tujuan yang paling mendasar dari sebuah perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman atau petunjuk bagi guru, serta mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan fungsi dari perencanaan adalah:
  1. Mengorganisasikan dan mengakomodasikan kebutuhan siswa secara spesifik.
  2. Membantu guru dalam memetakan tujuan yang hendak dicapai
  3. Membantu guru, dalam mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam Mengajar
Refrensi Rujukan :
  1. Ali, M. (2000). Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo
  2. Ahmadi, Abu dan Rohani, A. (1991). Pengelolaan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
  3. Bafadal, (2004). Dasar-Dasar Manajemen dan Supervisi. Jakarta: Bumi Aksara
  4. Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  5. Fattah, N. (2004). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Rosdakarya
  6. Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta; Bumi Aksara
  7. Ibrahim, R. dan Syaodih, N. (2003). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta; Rineka Cipta
  8. Karli, H. (2003). 3H dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: BMI
  9. Mulyasa, E. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya
  10. Mulyasa, E. (2004). Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya
  11. Reiser, R.A, Dick, W. (1996). Instructional Planning : A Guide for Teachers.
  12. Massachusetts: Allyn and Bacon.
  13. Sudjana, N. (1989). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
  14. Sagala, S. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta