REFERENSI PENDIDIKAN

Tujuan Pembelajaran Tuntas di SD

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/tujuan-pembelajaran-tuntas-di-sd.html

Tujuan ideal dari penerapan pembelajaran tuntas di SD yaitu agar bahan yang dipelajari dapat dikuasai sepenuhnya oleh seluruh siswa. Tujuan tersebut akan tercapai apabila guru meninggalkan “kurva normal” sebagai patokan keberhasilan belajar. Penerapan konsep pembelajaran tuntas dalam pembelajaran di SD dapat mempertinggi rata-rata prestasi siswa dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai, bantuan serta perhatian khusus bagi siswa-siswa yang lambat agar menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan. Pemerataan kesempatan untuk belajar saja belum memadai apabila jumlah siswa yang tidak naik kelas dan drop-out masih tinggi. Hal itu adalah kenyataan yang ada sebagai efek dari diterapkannya sistem kenaikan kelas biasa yang berpatokan pada kurva normal. Apabila Anda menginginkan agar siswa itu dapat belajar dengan baik, maka pengalaman belajar siswa di sekolah harus merupakan sesuatu yang menyenangkan. Siswa yang sering frustasi karena mendapat angka/nilai yang rendah bahkan tidak naik kelas, tidak akan mempunyai motivasi yang cukup untuk melanjukan belajar. Selama angka-angka yang baik/tinggi hanya diberikan kepada sejumlah kecil siswa, maka sebagian besar siswa akan mendapat angka/nilai rendah dan dipastikan mereka akan mengalami frustasi bahkan tidak memiliki motivasi belajar. Tetapi apabila seorang guru dapat membimbing siswa sehingga semua siswa berhasil menuntaskan pelajarannya, maka akan memberikan keuntungan besar bagi peningkatan hasil pendidikan pada umumnya, itulah yang menjadi tujuan dari penerapan pembelajaran tuntas di SD. Bagaimana pendapat Anda terhadap pernyataan di atas?

Jika Anda saat ini sebagai guru sekolah dasar, coba lakukan pengamatan terhadap siswa Anda, berapa banyak siswa yang mencapai nilai tinggi dan nilai rendah. Kemudian amati siswa-siswa tersebut berkaitan dengan motivasi belajarnya.


Refrensi Rujukan :
  1. Anderson L.W.; Block J.H. (1987). Mastery Learning Models. in Michael J. Dunkin (Ed). The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education, Oxford: Pergamon Press.
  2. Bloom, B.S. (1976). Human Characteristics and Social Learning. New York. McGraw- Hill.
  3. Brown, B.W and Daniel H. (1980). Saks Production Technologies and Resource Alloccation Within Classrooms and Schools: Theory and Measurement dalam The Analysis of Educational Productivity, Vol I: Issues In Microanalysis, diedit oleh Robert Dreeben and J. Alan Thomas; Cambridge, Mass: Bafiinger Publishing Company.
  4. Guskey T.R. (1985). Implementing Mastery Learning, California: Wadsworth, Inc.
  5. Julia Peterson. (2002). Introduction to Education. http://www.dana.edu/edu/ portfolio/Peterson_Julia/ PhilosophyofEducation.doc.
  6. Mukminan. (2003). Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning). Departemen Pendidikan Nasional, Ditjen Dikdasmen, Direktoral PLP, Jakarta.
  7. Perry. (tanpa tahun). Mastery Learning. Where Curriculum, Assessment, and Instruction Meet. http:// www.perry-lake.k12.oh.us/ pplc/Mastery%20 Learning%20Packet.doc -
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved