REFERENSI PENDIDIKAN

Definisi E-learning Dalam Pembelajaran

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/definisi-e-learning-dalam-pembelajaran.html

Menurut Munir (2008), e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan media atau jasa bantuan perangkat elektronika. Apabila mengacu pada definisi ini, tidak semua e-learning dilakukan secara online dan jarak jauh. Dalam pelaksanaannya, e-learning menggunakan jasa audio, video, perangkat komputer, atau kombinasi dari ketiganya.

Pada umumnya, e-learning adalah proses pembelajaran dengan menggunakan/memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, agar pengajar dan pelajar dapat berkomunikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Santrock (2007) yang menyatakan bahwa internet merupakan inti dari komunikasi melalui komputer.

Pembelajaran melalui e-learning ternyata memiliki kelebihan. Munir (2008) menyatakan bahwa pembelajaran dengan e-learning memiliki banyak kelebihan, antara lain:
  1. Memberikan pengalaman yang menarik dan bermakna bagi pelajar karena kemampuannya dapat berinteraksi langsung, sehingga pemahaman terhadap materi pembelajaran akan lebih bermakna, mudah dipahami, mudah diingat dan mudah pula untuk diungkapkan kembali.
  2. Dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang terhadap pengetahuan yang disampaikan, karena konten yang bervariasi, interaksi yang menarik perhatian, umpan balik yang didapat secara cepat, dan adanya interaksi dengan pengajar.
  3. Adanya kerja sama dalam komunitas online yang memudahkan berlangsungnya proses transfer informasi dan komunikasi, sehingga setiap elemen tidak akan kekurangan sumber atau bahan ajar.
  4. Administrasi dan pengurusan yang terpusat, sehingga memudahkan dilakukannya akses dalam operasionalnya.
  5. Pusat perhatian dalam pembelajaran tertuju pada pelajar, dimana pelajar tidak bergantung sepenuhnya kepada pengajar. Pelajar belajar secara mandiri untuk menggali atau mengeksplorasi ilmu pengetahuan melalui internet.
Namun demikian, e-learning bukannya tidak memiliki kekurangan. Berbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997; dalam Suyanto, 2005) mengenai e-learning antara lain adalah:
  1.  Apabila interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar kurang, hal ini dapat memperlambat terbentuknya nilai-nilai dalam proses belajar dan mengajar.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial.
  3. Pelajar yang tidak memiliki motivasi belajar tinggi akan cenderung ketinggalan atau gagal.
  4. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
  5. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
  6. Kurangnya penguasaan bahasa komputer
Refrensi :
  1. Suyanto, A. H. (2005). Mengenal E-learning. Artikel. Diakses pada tanggal 29 Maret 2011, dari http://www.ipi.or.id/elearn.pdf.
  2. Santrock, J. W. (2007). Psikologi Pendidikan (Edisi 1). Jakarta: Kencana Prenada.
  3. Munir. (2008). Kurikulum berbasis TIK. Bandung : Alfabeta.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved