REFERENSI PENDIDIKAN

EVALUASI GURU DALAM KONTEKS ORGANISASI

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/evaluasi-guru-dalam-konteks-organisasi.html

1. Pengantar

Salah satu kunci untuk memperbaiki pendidikan terletak dalam penataran guru dari pada dalam merubah struktur atau kurikulum sekolah. Memperbaiki kualitas guru lebih terfokus pada memperbaiki manajemen sekolah, mengurangi ukuran kelas, atau memperbarui kurikulum (Gallup, 1979). Dalam merespons persepsi ini, sekolah negeri atau swasta berinisiasi suatu jangkauan mendalam dari perubahan kebijakan yang mempengaruhi sertifikasi, evaluasi, dan masa jabatan dari prospektif dan guru yang dikaryakan sampai sekarang (Gudridge, 1980; Vlaanderen, 1980).

Beberapa negara telah mengadopsi tes kompetensi (competency) guru seperti “the National Teacher Examinations,” untuk sertifikasi guru; yang mempertimbangkan lisensi yang mencakup ujian guru seluruh negara bagian yang sebelumnya dengan sertifikasi bersama-sama untuk menegakkan suatu standard profesional dan praktik luas (Lewis, 1979; McNeil, 1981; Southern Regional Education Board, 1979; Vlaanderen, 1980 dalam Anderson, 1989:
343).

Sedangkan, Oklahoma mengadopsi program seluruhnya yang mencakup standard pengakuan tertinggi bagi fakultas pendidikan, tes kompetensi untuk sertifikasi dan resertifikasi, evaluasi kinerja, dan pendidikan guru yang kontinu (Klein & Wisniewski, 1981 dalam Anderson, 1989: 343).

Sebagian besar negara telah mengatur persyaratan untuk evaluasi kinerja guru (Beckham, 1981 dalam Anderson, 1989: 343), dan ada yang menentukan statuta masa kini yang menguji istrumen atau prosedur evaluasi yang dapat diterima.

Jangan heran, proses evaluasi guru secara meningkat menjadi subjek kesepakatan tawar-menawar kolektif. Suatu studi “Rand Corporation” menemukan bahwa antara 1970 dan 1975, persentase kontrak ujian yang memuat syarat evaluasi guru meningkat dari 42% sampai 65% (McDonnell & Pascal, 1979 dalam Anderson, 1989: 343). Kontrak sering menentukan metode pengumpulan informasi, frekuensi observasi dan evaluasi, proses untuk mengomunikasikan kriteria evaluasi dan hasil, kesempatan untuk respons guru dan remediasi dalam kasus evaluasi negatif, dan prosedur proses sebagai haknya (Strike & Bull, 1981 dalam Anderson, 1989: 343).

Oleh sebab itu, otoritas sekolah harus menentukan standard minimum mengajar yang dapat diterima, yang sebelumnya, telah diberitahukan kepada staf pengajar tentang standard ini, dan, akhirnya, dokumen untuk bagaimana pengadilan standard ini melanggar kinerja guru (Beckham, 19881 dalam Anderson, 1989: 343). Beckham merekomendasikan untuk penelitian dengan cermat yang berkaitan dengan pengadilan mempertahankan suatu kebijakan evaluasi yang harus meliputi: (1) suatu standard pengetahuan, kompetensi, dan....

Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved