REFERENSI PENDIDIKAN

FILSAFAT DAN SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/filsafat-dan-sejarah-pendidikan.html

Filsafat Pendidikan 

Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan dalam dua jenis,  yaitu: (1) filsafat praktek pendidikan dan (2) filsafat ilmu pendidikan  (Mudyahardjo, 2001). Filsafat praktek pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan  dilaksanakan dalam kehidupan manusia. Filsafat praktek pendidikan dapat  dibedakan menjadi: (a) filsafat proses pendidikan (biasanya hanya disebut filsafat  pendidikan) dan (b) filsafat sosial pendidikan. Filsafat proses pendidikan adalah  analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya kegiatan  pendidikan dilaksanakan dalam kehidupan manusia.

Filsafat proses pendidikan biasanya membahas tiga masalah pokok, yaitu:  (1) apakah sebenarnya pendidikan itu, (2) apakah tujuan pendidikan itu  sebenarnya, dan (3) dengan cara apakah tujuan pendidikan itu dapat dicapai  (Henderson, 1959 dalam Mudyahardjo, 2001). Filsafat sosial pendidikan  merupakan analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya  pendidikan diselenggarakan dalam mewujudkan tatanan manusia idaman. Filsafat  sosial pendidikan, terkait dengan tiga masalah pokok, antara lain: (1) hakekat  kesamaan pendidikan dan pendidikan, (2) hakekat kemerdekaan dan pendidikan,  dan (3) hakekat demokrasi dan pendidikan. 

Secara konsepsional filsafat ilmu pendidikan didefinisikan sebagai analisis  kritis komprehensif tentang pendidikan sebagai salah satu bentuk teori  pendidikan yang dihasilkan melalui riset, baik kualitatif maupun kuantitatif.  Objek filsafat ilmu pendidikan dapat dibedakan dalam empat kategori, yaitu: 

  1. Ontologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat substansi dan  pola organisasi ilmu pendidikan. 
  2. Epistemologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat objek formal  dan material ilmu pendidikan. 
  3. Metodologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat cara-cara kerja  dalam menyusun ilmu pendidikan, dan 
  4. Aksiologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat nilai kegunaan  teoritis dan praktis ilmu pendidikan. 
Secara sederhana filsafat dapat dimaknai sebagai suatu sistim nilai-nilai  (systems of values) yang luhur yang dapat menjadi pegangan atau anutan setiap  individu, atau keluarga, atau kelompok komunitas dan/atau masyarakat tertentu, atau  pada gilirannya bangsa dan negara tertentu. Pendidikan sebagai upaya terorganisasi,  terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan kebudayaan dalam arti luas (ilmu  pengetahuan, sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, ketrampilan, dll.)  dari suatu generasi ke generasi lain. Adapun visi, misi dan tujuannya yang ingin  dicapai semuanya berlandaskan suatu filsafat tertentu. Bagi kita sebagai bangsa  dalam suatu negara bangsa (nation state) yang merdeka, pendidikan kita niscaya 
dilandasi oleh filsafat hidup yang kita sepakati dan anut bersama.  

Dalam sejarah panjang kita sejak pembentukan kita sebagai bangsa (nation formation) sampai kepada terbentuknya negara bangsa (state formation dan  nation state) yang merdeka, pada setiap kurun zaman, pendidikan tidak dapat  dilepaskan dari filsafat yang menjadi fondasi utama dari setiap bentuk pendidikan  karena menyangkut sistem nilai-nilai (systems of values) yang memberi warna dan  menjadi "semangat zaman" (zeitgeist) yang dianut oleh setiap individu, keluarga,  anggota-anggota komunitas atau masyarakat tertentu, atau pada gilirannya bangsa  dan negara nasional. Landasan filsafat ini hanya dapat dirunut melalui kajian  sejarah, khususnya Sejarah Pendidikan Indonesia. 

Sebagai komparasi, di negara-negara Eropa (dan Amerika) pada abad ke-19  dan ke-20 perhatian kepada Sejarah Pendidikan telah muncul dari dan digunakan  untuk maksud-maksud lebih lanjut yang bermacam-macam, a.l. untuk  membangkitkan kesadaran berbangsa, kesadaran akan kesatuan kebudayaan, pengembangan profesional guru-guru, atau untuk kebanggaan terhadap lembagalembaga dan tipe-tipe pendidikan tertentu. (Silver, 1985: 2266). 

Substansi dan tekanan dalam Sejarah Pendidikan itu bermacam-macam  tergantung kepada maksud dari kajian itu: mulai dari tradisi pemikiran dan para  pemikir besar dalam pendidikan, tradisi nasional, sistim pendidikan beserta  komponen-komponennya, sampai kepada pendidikan dalam hubungannya dengan sejumlah elemen problematis dalam perubahan sosial atau kestabilan, termasuk  keagamaan, ilmu pengetahuan (sains), ekonomi, dan gerakan-gerakan sosial. 

Sehubungan dengan MI semua Sejarah Pendidikan erat kaitannya dengan  sejarah intelektual dan sejarah sosial. (Silver, 1985: Talbot, 1972: 193-210)  Esensi dari pendidikan itu sendiri sebenarnya ialah pengalihan (transmisi)  kebudayaan (ilmu pengetahuan, teknologi, ide-ide dan nilai-nilai spiritual serta  (estetika) dari generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda  dalam setiap masyarakat atau bangsa. Oleh sebab itu sejarah dari pendidikan  mempunyai sejarah yang sama tuanya dengan masyarakat pelakunya  sendiri, sejak dari pendidikan informal dalam keluarga batih, sampai kepada  pendidikan formal dan non-formal dalam masyarakat agraris maupun industri. 

Selama ini Sejarah Pendidikan masih menggunakan pendekatan lama  atau "tradisional" yang umumnya diakronis yang kajiannya berpusat pada  sejarah dari ide-ide dan pemikir-pemikir besar dalam pendidikan, atau . . .

Download Artikel Lengkap : Klik Disini 
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved