REFERENSI PENDIDIKAN

Hubungan Pola Asuh Permisif dengan Kemandirian Remaja

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/hubungan-pola-asuh-permisif-dengan.html

Remaja yang mandiri adalah remaja yang memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri secara bertanggung jawab meskipun tidak ada pengawasan dari orangtuanya (Steinberg, 2002). Kemandirian adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan remaja dan merupakan bagian dari tugas-tugas perkembangan yang harus dicapainya sebagai persiapan untuk memasuki masa dewasa. Perkembangan kemandirian yang menonjol terjadi selama masa remaja, perubahan-perubahan fisik, kognitif, dan sosial terjadi pada periode ini (Steinberg, 2002). Oleh sebab itu, kemandirian remaja dipandang sebagai sesuatu yang mendasar dan patut mendapat perhatian agar mereka dengan mantap dapat memasuki dunianya yang baru, yaitu masa dewasa tanpa mengalami hambatan.

Kemandirian yang menjadi tugas perkembangan pada masa remaja dipengaruhi beberapa faktor eksternal yang dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola pengasuhan orangtua sehari-hari, kondisi pekerjaan orangtua, tingkat pendidikan orangtua, dan banyaknya anggota keluarga (Steinberg, 2002). Baumrind (dalam Santrock, 2003) mengatakan pola asuh permisif merupakan pola perlakuan orangtua terhadap anaknya dengan memberikan kelonggaran atau kebebasan kepada anaknya tanpa kontrol atau pengawasan yang ketat. Orangtua yang permisif akan memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk bertindak sesuai dengan keinginan anaknya. Ketika anak-anaknya melanggar suatu peraturan di dalam keluarga, orangtua yang permisif jarang menghukum anak-anaknya, bahkan cenderung berusaha untuk mencari pembenaran terhadap tingkah laku anaknya yang melanggar suatu peraturan tersebut. Orangtua yang seperti demikian umumnya membiarkan anaknya terutama anak remajanya untuk menentukan tingkahlakunya sendiri, mereka tidak menggunakan kekuasaan atau wewenangnya sebagai orangtua dengan tegas saat mengasuh dan membesarkan anak remajanya.

Menurut Baumrind (dalam Santrock, 2003), remaja yang berada dalam pengasuhan orangtua yang permisif tidak mandiri. Mereka sulit mengendalikan diri, tidak patuh, dan menentang apabila diminta untuk mengerjakan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan-keinginan sesaatnya. Mereka juga terlalu menuntut, sangat tergantung pada orang lain, kurang gigih dalam mengerjakan tugas-tugas, tidak tekun dalam belajar di sekolah. Tingkah laku sosial remaja ini kurang matang, kadang-kadang menunjukkan tingkahlaku agresif, pengendalian dirinya amat jelek, dan tidak mampu mengarahkan diri dan tidak bertanggung jawab (Santrock, 2003).

Refrensi :
  1. Santrock, J. W. (2003). Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jilid 1: Edisi Kelima. Penerbit Erlangga
  2. Steinberg, L. (2002). Adolescence: sixth edition. New York: Mc. Grawhill Companies, inc

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved