REFERENSI PENDIDIKAN

Kanker Leher Rahim

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/kanker-leher-rahim.html

Kanker leher rahim merupakan tumor ganas yang tumbuh dalam leher rahim, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim dan liang senggama. Pada tahap awal (prakanker) tidak menimbulkan gejala yang jelas, perjalanannya untuk menjadi kanker serviks atau leher rahim memakan waktu 10-20 tahun (Azwas, 2009).

Menurut laporan WHO selama periode tahun 1960-1980 di 28 negara di dunia mortalitas turun 30%. Di China insiden dan mortalitas kanker serviks uteri di beberapa daerah juga turun secara drastis. Seperti di Shanghai, insiden karsinoma serviks dari 26,7/100.000 pada periode 1972-1974 turun menjadi 2,5/100.000 pada periode 1993-1994, atau turun 56,0%. (Huang Xin, 2011).

Di Indonesia sendiri, diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya, sedangkan angka kematiannya diperkirakan 7.500 kasus per tahun. Selain itu, setiap harinya diperkirakan terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Pada tahun 2001, kasus baru kanker serviks berjumlah 2.429 atau sekitar 25,91% dari seluruh kanker yang ditemukan di Indonesia. Dengan angka kejadian ini, kanker serviks menduduki urutan kedua setelah kanker payudara pada wanita usia subur usia 15-44 tahun. (Wijaya, 2010).

Sebab langsung dari kanker leher rahim belum diketahui. Ada bukti kuat kejadiannya mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, diantaranya yang penting: jarang ditemukan pada perawan (virgo), insidensi lebih tinggi pada mereka yang kawin daripada yang tidak kawin, terutama pada gadis yang koitus pertama (coitarche) dialami pada usia amat muda (<16 tahun), insidensi meningkat dengan tingginya paritas, apa lagi bila jarak persalinan terlampau dekat, mereka dari golongan sosial ekonomi rendah (higiene seksual yang jelek, aktivitas seksual yang sering berganti-ganti pasangan (promiskuitas), jarang dijumpai pada masyarakat yang suaminya disunat (sirkumsisi), sering ditemukan pada wanita yang mengalami infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus)-tipe 16 atau 18, dan akhirnya kebiasaan merokok (Sarwono, 2009).

Human Papilloma Virus, sampai saat ini telah diketahui memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Dari 100 tipe HPV tersebut, hanya 30 di antaranya yang berisiko kanker serviks. Adapun tipe yang paling berisikon adalah HPV 16 dasn 18 yang sering ditemukan pada kanker maupun lesi prakanker serviks, yaitu menimbulkan kerusakan sel lendir luar menuju keganasan HPV tipe 16 mendominasi infeksi (50%-60%) pada penderita kanker serviks disusul dengan tipe 18 (10%-15%). (Wijaya, 2010).

Regrensi :
  • Azwas, 2009. Cervical Cancer/Carsinoma Cervics Uteri. Suaradokter.com. Diambil Dari : http://suaradokter.com/2009/07/kankerserviks/. [Diakses 11 April 2012].
  • Huang, Xin., 2011. Tumor Ginekologi. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam : Fujin, C. et al., 2011. Buku Ajar Onkologi Klinis, Ed.2. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kanker Leher Rahim, Pada: 2:55 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved