REFERENSI PENDIDIKAN

Kepuasan Hidup

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/kepuasan-hidup.html

1. Defenisi Kepuasan Hidup

Berdasarkan pendekatan kognitif, kepuasan hidup merupakan penilaian secara kognitif dimana seseorang membandingkan keadaannya saat ini dengan keadaan yang dianggapnya sebagai standar ideal (Diener, Emmons, Larsen, & Griffen, dalam Frisch, 2006). Semakin kecil perbedaan yang dirasakan yaitu antara apa yang diharapkan dengan apa yang dicapai oleh individu maka semakin besar kepuasan hidup seseorang (Diener dkk, dalam Frisch, 2006).

Menurut pendekatan quality of life, kepuasan hidup mengacu pada evaluasi subjektif mengenai seberapa banyak kebutuhan, tujuan, dan nilai-nilai yang kita punya telah terpenuhi dalam kehidupan. Dengan demikian, kesenjangan yang dirasakan antara apa yang kita miliki dan apa yang kita inginkan menjadi penentu tingkat kepuasan hidup atau ketidakpuasan seseorang.

Kepuasan hidup berpatokan pada kepercayaan atau sikap individu dalam menilai kehidupannya (Schimmack dalam Eid & Larsen, 2008). Dalam hal ini, individu menilai apakah situasi dan kondisi dalam kehidupannya positif dan memuaskan (Pavot dalam Eid & Larsen, 2008).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan hidup adalah penilaian kognitif seseorang atas kehidupan yang baik dan memuaskan dengan membandingkan keadaannya saat ini dengan keadaan yang dianggapnya sebagai standar ideal.


2. Komponen Kepuasan Hidup

Diener dan Biswar (2008) mengemukakan bahwa kepuasan hidup memiliki lima komponen, yaitu Keinginan untuk Mengubah Kehidupan, Kepuasan Terhadap Kehidupan Saat Ini, Kepuasan Hidup di Masa Lalu, Kepuasan Terhadap Kehidupan Di Masa Mendatang, dan Penilaian Orang Lain Terhadap Kehidupan Seseorang.

Kelima komponen tersebut mewakili 5 item pernyataan dalam Satisfaction with Life Scale oleh Diener et al. (2008: hal.234), yaitu:
  1. In most ways my life is close to my ideal.
  2. The conditions of my life are excellent.
  3. I am satisfied with my life.
  4. So far I have gotten the important things I want in life.
  5. If I could live my life over, I would change almost nothing
3. Struktur Kepuasan Hidup

Kepuasan hidup merupakan aspek kognitif dari subjective well-being (Diener, 2009). Kepuasan hidup dapat dilihat dari dua pendekatan yang berbeda, pertama Diener mengenalkan teori bottom-up, dimana kepuasan hidup dipengaruhi oleh penilaian individu terhadap domain-domain yang menurutnya penting dalam kehidupannya. Kedua teori top-down, yang melihat bahwa kepuasan hidup akan mempengaruhi domain kepuasan seseorang. Seseorang yang umumnya puas dengan kehidupannya juga akan mengevaluasi domain penting dalam kehidupan dengan lebih positif, meskipun kepuasan hidup secara umum tidak hanya didasarkan pada kepuasan terhadap domain tersebut saja.

Andrews dan Withey (dalam Diener, 2009) mengatakan bahwa kedua pendekatan tersebut merupakan proses yang sejalan atau disebut dengan feedback loop. Contohnya, ketika penghasilan pertama kali meningkat maka domain finansial juga meningkat, dan menyebabkan kepuasan hidup meningkat secara keseluruhan. Ketika kepuasan hidup meningkat maka kepuasan di domain-domain lain juga meningkat, walaupun peningkatan domain-domain tersebut tidak terlalu tampak.

4. Karakteristik Individu dengan Kepuasan Hidup yang Tinggi

Diener (2009) menyatakan bahwa individu yang memiliki kepuasan hidup yang tinggi adalah individu yang memiliki tujuan penting dalam hidupnya dan berhasil untuk mencapai tujuan tersebut. Orang yang mendapat skor tinggi pada kepuasan hidup biasanya memiliki keluarga dekat dan dukungan dari teman-teman, memiliki pasangan romantis (meskipun hal ini tidak mutlak diperlukan), memiliki pekerjaan atau kegiatan bermanfaat, menikmati rekreasi, dan memiliki kesehatan yang baik. Mereka merasa bahwa hidup ini bermakna, serta memiliki tujuan dan nilai-nilai yang penting bagi mereka. Individu yang puas akan kehidupannya adalah individu yang menilai bahwa kehidupannya mungkin memang tidak sempurna tetapi segala sesuatu berjalan dengan baik, mereka mempunyai keinginan untuk berkembang, dan menyukai tantangan. Individu yang bahagia dan memiliki kepuasan hidup yang baik biasanya memiliki keyakinan, optimisme dan self-efficacy, kemampuan sosial, energi, perilaku prososial, imunitas dan kesejahteraan fisik, coping yang efektif terhadap stress, orisinalitas, fleksibilitas, serta perilaku yang berorientasi pada tujuan (Frisch et al., dalam Frisch, 2006).

Refrensi:
  1. Frisch. (2006). Quality of Life Therapy, Applying a Life Satisfaction Approach to
  2. Positive Psychology and Cognitive Therapy. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. All right reserved
  3. Diener, E. (2009). Culture and Well Being : The Collected Works of Ed Diener. USA:Springer
  4. Diener, E. & Biswar-Diener, R (2008). Happiness : Unlocking The Mysteries of Psychological Wealth. Singapore:Blackwell Publishing
Kepuasan Hidup, Pada: 1:08 AM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved