LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM

Filsafat pendidikan Islam membincangkan filsafat tentang pendidikan  bercorak Islam yang berisi perenungan-perenungan mengenai apa sesungguhnya  pendidikan Islam itu dan bagaimana usaha-usaha pendidikan dilaksanakan agar  berhasil sesuai dengan hukum-hukum Islam. Mohd. Labib Al-Najihi, sebagaimana dikutip Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, memahami  filsafat pendidikan sebagai aktifitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat  itu sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses  pendidikan. Suatu filsafat pendidikan yang berdasar Islam tidak lain adalah  pandangan dasar tentang pendidikan yang bersumberkan ajaran Islam dan yang  orientasi pemikirannya berdasarkan ajaran tersebut. Dengan perkataan lain,  filsafat pendidikan Islam adalah suatu analisis atau pemikiran rasional yang  dilakukan secara kritis, radikal, sistematis dan metodologis untuk memperoleh  pengetahuan mengenai hakikat pendidikan Islam. 

Al-Syaibany menandaskan bahwa filsafat pendidikan Islam harus  mengandung unsur-unsur dan syarat-syarat sebagai berikut: 
  1. dalam segala prinsip, kepercayaan dan kandungannya sesuai dengan  ruh (spirit) Islam; 
  2. berkaitan dengan realitas masyarakat dan kebudayaan serta sistem  sosial, ekonomi, dan politiknya; 
  3. bersifat terbuka terhadap segala pengalaman yang baik (hikmah);
  4. pembinaannya berdasarkan pengkajian yang mendalam dengan memperhatikan aspek-aspek yang melingkungi; 
  5.  bersifat universal dengan standar keilmuan; 
  6. selektif, dipilih yang penting dan sesuai dengan ruh agama Islam; 
  7. bebas dari pertentangan dan persanggahan antara prinsip-prinsip dan  kepercayaan yang menjadi dasarnya; dan 
  8. proses percobaan yang sungguh-sungguh terhadap pemikiran  pendidikan yang sehat, mendalam dan jelas. 
Objek kajian filsafat pendidikan Islam, menurut Abdul Munir Mulkhan,  dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu obyek material dan obyek formal. Obyek  material filsafat pendidikan Islam adalah bahan dasar yang dikaji dan dianalisis,  sementara obyek formalnya adalah cara pendekatan atau sudut pandang terhadap bahan dasar tersebut. Dengan demikian, obyek material filsafat pendidikan Islam  adalah segala hal yang berkaitan dengan usaha manusia secara sadar untuk  menciptakan kondisi yang memberi peluang berkembangnya kecerdasan,  pengetahuan dan kepribadian atau akhlak peserta didik melalui pendidikan. 

Sedangkan obyek formalnya adalah aspek khusus daripada usaha manusia secara  sadar yaitu penciptaan kondisi yang memberi peluang pengembangan kecerdasan,  pengetahuan dan kepribadian sehingga peserta didik memiliki kemampuan untuk  menjalani dan menyelesaikan permasalahan hidupnya dengan menempatkan Islam  sebagai hudan dan furqan. Sebagaimana dinyatakan Arifin, bahwa filsafat  pendidikan Islam merupakan ilmu yang ekstensinya masih dalam kondisi  permulaan perkembangan sebagai disiplin keilmuan pendidikan. Demikian pula  sistematikanya, filsafat pendidikan Islam masih dalam proses penataan yang akan  menjadi kompas bagi teorisasi pendidikan Islam. Kalau demikian, apabila filsafat  pendidikan 

Muhammadiyah mengacu atau sama dengan filsafat pendidikan Islam  sebenarnya masih memunculkan masalah, sebab ia masih rentan dan belum kukuh  untuk disebut sebagai sebuah disiplin ilmu baru. Pada titik ini, orientasi filsafat  pendidikan Muhammadiyah itu dapat memperkaya dan memperkukuh kedudukan  filsafat pendidikan Islam......Download Artikel Lengkap : Klik Disini