REFERENSI PENDIDIKAN

Motivasi Belajar

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/motivasi-belajar.html

McClelland (1987) menyatakan bahwa motive as recurrent concern for a goal state based on a natural incentive-concern that energizes, orients, and selects behavior. Dapat diartikan bahwa, motif sebagai sebuah hal yang berkaitan dengan pernyataan bertujuan yang didasarkan pada insentif alami-berhubungan dengan
energi, arah, dan memilih perilaku.

Motivasi secara sederhana dapat diartikan sebagai dorongan yang menggerakkan dan mengarahkan sebuah perilaku untuk mencapai suatu tujuan (Parsons & Hinson, 2001). Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama (Santrock, 2004).

Santrock (2007) menjelaskan motivasi itu sendiri dalam berbagai perspektif, yaitu perspektif behavioral, humanistis, kognitif, dan sosial.
  1. Perspektif behavioral, perspektif ini menekankan kepada imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
  2. Perspektif humanistis, perspektif ini menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk meraih nasib mereka, dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain).
  3. Perspektif kognitif, menurut perspektif ini pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Minat ini berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka, dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereke secara efektif.
  4. Perspektif sosial, perspektif ini menekankan pada keterhubungan murid dengan lingkungan sosialnya, bisa dengan orang tua, pergaulan dengan teman, keterdekatan dengan guru-guru yang mungkin bisa mendorong murid untuk melakukan sesuatu.
Brophy (2004) menambahkan bahwa motivasi belajar adalah kecenderungan siswa untuk mencapai aktivitas akademis yang bermakna dan bermanfaat serta mencoba untuk memperoleh manfaat yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Motivasi belajar ini pada dasarnya merupakan respon kognitif yang melibatkan usaha - usaha untuk memahami suatu informasi, menghubungkan informasi tersebut dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya, dan menguasai keterampilan–keterampilan tertentu untuk mengembangkan aktivitas belajar. Motivasi belajar melibatkan kesadaran dalam diri siswa untuk belajar, tujuan-tujuan belajar dan
strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan belajar tersebut.

Pendapat lain menurut Dalyono (dalam Efrida, 2006) menyebutkan motivasi belajar sebagai suatu daya penggerak atau pendorong yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan suatu pekerjaan yaitu belajar. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan semua kegiatan belajarnya dengan sungguhsungguh, penuh gairah atau semangat. Sebaliknya, belajar dengan motivasi yang lemah akan menyebabkan sikap malas bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pelajaran.

Dalam kegiatan belajar, maka motivasi belajar dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat
tercapai (Sardiman, 2003).

Hal ini semakin diperkuat oleh Uno (2008) yang menyatakan bahwa kurang atau tidak adanya motivasi untuk belajar akan membuat siswa tidak tahan lama dalam belajar dan mudah tergoda untuk mengerjakan hal lain dan bukan belajar. Pendapat senada juga disebutkan oleh Kauchak dan Eggen (2004) yang menyatakan
bahwa siswa yang memiliki motivasi dalam belajar akan melakukan usaha untuk memahami topik pelajaran baik pelajaran itu menarik atau pun tidak bagi siswa tersebut. Mereka berusaha dalam belajar karena mereka yakin bahwa pemahaman yang mereka peroleh itu berharga dan bermanfaat bagi mereka.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah kondisi-kondisi yang memberi dorongan pada diri siwa dalam kegiatan belajar untuk kelangsungan kegiatan belajar itu sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Refrensi :
  1. McClelland, D.C., (1987). Human Motivation. New York : Cambridge.
  2. Parsons, R. D. & Hinson, S. L. (2001). Educational Psychology : A Practitioner –
    Reseacher Model of Teaching. Canada : Wadsworth Thomson Learning, 
    Inc.
  3. Santrock, J. W. (2004). Educational Psychology (2nd ed). New York : McGraw Hill 
    Companies,Inc.
  4. Brophy, J. (2004). Motivating students to learn (2nd Edition). Lawrence Erlbaum 
    Associates.
  5. Efrida (2006). Motivasi Belajar. Artikel. Diambil dari 
    http://www.scribd.com/doc/83322807/Chapter-II-Faktor-Yang-
    Mempengaruhi-Motivasi pada tanggal 19 Februari 2012.
  6. Sardiman. (2003). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
  7. Uno, Hamzah B. (2006) Teori motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : PT Bumi Aksara
Motivasi Belajar, Pada: 1:38 AM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved