REFERENSI PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU DALAM IMPELEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/pengembangan-kompetensi-mengajar-guru.html

1. Pendahuluan

Esensi dari MBS adalah adanya kewenangan dan keleluasaan sekolah untuk mengelola, mengembangkan program-programnya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Kedudukan guru dalam sekolah sangat penting. Dengan kemampuan profesional dan hubungan yang dekat dengan siswa dan sejawat, guru sangat menentukan perkembangan sekolah, karena guru dapat mempengaruhi lingkungan intelektual dan sosial kehidupan sekolah. Di samping itu, guru sangat berperan dalam mewarnai kurikulum, mengontrol peraturan-peraturan sekolah, serta menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif bagi siswanya.

Keberhasilan pelaksanaan MBS ditinjau dari segi kurikulum dan MBS sangat ditentukan oleh pengembangan Kompetensi Mengajar Guru (PKMG) yang sesuai dengan kebutuhan anak didik.

1.1 Pengertian Kompetensi Mengajar Guru

Istilah kompetensi (competence) berarti: (1) means suffient for necessities of life; (2) the quality or state of being competent. Sedangkan kompeten (competent) berarti: (1) having the necessary ability or qualities; (2) legally qualified [Latin competens, from competere “to come together, be suitable”, from competere “ to come to, seek”] (Webster’s New Encyclopedic Dictionary, 1994: 201).

Kompetensi guru didefinisikan sebagai himpunan pengetahuan, kemampuan,dan keyakinan yang dimiliki seorang guru dan ditampilkan untuk situasi mengajar (Anderson, 1989: 18). Sedangkan, kompetensi mengajar didefinisikan sebagai tingkah laku pengajar yang dapat diamati (obsevable teacher behaviors) (Cruickshank, 1985).

Prestasi subjek didik dipengaruhi oleh kompetensi pengajarnya. Asumsi ini didukung oleh suatu hasil penelitian yang menyatakan adanya korelasi yang signifikan antara tingkah laku dosen dengan persepsi mahasiswa terhadap prestasinya (Kozma, Belle, & Williams, 1978).

2. Metode Pengembangan Kompetensi Mengajar

Menurut Cruikshank (1985), ada 6 cara dalam mengidentifikasikan kompetensi mengajar: (1) dengan mempelajari hasil-hasil penelitian tentang kemampuan mengajar dalam hubungannya dengan prestasi subjek didik; (2) diperoleh dari para pendidik berpengalaman yang dianggap sebagai pakar; (3) disimpulkan dari hasil poll stakeholders pendidikan; (4) diambil dari literatur; (5) diturunkan dari bermacam-macam peranan pengajar, dan (6) sebagai hasil dari analisis tugas mengajar pada tingkat dan bidang kurikulum yang berbeda.

3. Guru

Ada 2 pandangan tentang guru yang dikemukakan oleh:
  1. Jackson (1986) dalam (Anderson, 1989: 8) mengemukakan bahwa guru adalah pengambil keputusan yang berpengetahuan banyak. Guru memahami siswanya, namun untuk menyusun kembali suatu topik agar “dapat dicernakan secara edukasi” bagi siswanya, dan apabila mengajar, “ mengetahui kapan untuk berbuat apa” (“know when to do wahat).
  2. Berliner (1984) dalam (Anderson, 1989: 8) menyatakan bahwa mengajar adalah suatu usaha keras manusia secara esensial, yang meliputi, “kontak manusia aktual antara seorang guru dengan siswa.” Kemauan guru untuk memberikan idea-idea, nilai-nilai, dan perasaan jujur dan secara terbuka kepada siswanya memberikan kontribusi terhadap kualitas hubungan ini.
Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved