REFERENSI PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN PROFESSIONAL GURU

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/pengembangan-professional-guru.html

Prinsip-Prinsip Pengembangan professional Guru

Prinsip 1 Pengembangan professional efektif terfokus pada guru sebagai sentral bagi belajar siswa, juga mencakup semua anggota lain dari komunitas sekolah. Banyak waktu, pengembangan professional merupakan suatu pendekatan satu-ukuran-tepat-semua (one-size-fits-all approach); bagaimanapun, pengembangan professional efektif mengingat akan kebutuhan pembelajaran guru sebagai pengembangan professional berhubungan secara langsung dengan belajar siswa. Sehingga kepala sekolah memandang mengimplementasikan suatu pendekatan sistemik terhadap professional di kampus, ia ingin untuk memperhatikan yang mencakup dukungan staf (alat peraga pembelajaran, konselor, psikolog, ahli diagnostic, guru pembantu) dalam sesi pengembangan proessional pembelajaran ini. Alat peraga pembelajaran membantu sebagai suatu perluasan guru sementara ia bekerja dengan guru; mencoba untuk mengerjakan dengan sisa, sehingga mereka dapat menguatkan pengajaran guru di lapangan dukungan mereka sendiri. Misalnya, jika seorang guru bekerja pada suatu strategi pembelajaran dalam membaca dikaitkan dengan “idea utama”, staf dukungan lain dapat bekrja pada topic yang sama dalam bidang mereka. Konselor dapat menjumpai dalam suatu sesi yang menyuluh kelompok dan dukungan konsep idea utama melalui suatu aktivitas. Kesehatan dan pendidikan fisik guru dapat bekerja dengan anak pada idea utama melalui berbagai aktivitas fisik.

Prinsip 2 Pengembangan professional efektif terfokus pada individu, kolegial, dan perbaikan organisasional. Perhatikan di sini seorang guru yang ingin dapat memperluas pengetahuannya dari teknik belajar kooperatif. Sedangkan tujuannya valid ini hanya menjadi relevan apabila ini dilihat dalam suatu konteks besar dari perbaikan sekolah, yang terfokus pada belajar siswa, menggerakkan dengan data, dan disimpan dalam sekolah dan kurikulum daerah dan tujuan pembelajaran yang diformulasikan dari visi dan misi. Dalam konteks ini, ada suatu koneksi antara belajar guru ini dan hasil untuk siswa.

Prinsip 3 Pengembangan professional efektif respek dan memelihara intelektual dan kapasitas kepemimpinan guru, kepala sekolah, dan yang lainnya dalam komunitas sekolah. Pengembangan professional di sekolah secara tradisional memuat aktivitas seperti bertugas konferensi satu-hari, satu-workshop-singkat, membuat-mengambil workshop, atau bekerja pada kurikulum selama workshop guru. Menurut Kelleher (2003), strategi yang dibuktikan tidak tepat dalam sejumlah cara. Pertama, strategi ini cenderung tidak membantu guru menerjemahkan belajar baru ke dalam pengajaran kelas, juga tidak membuat mereka memelihara kapasitas intelektual guru. Seorang pembicara tamu; misalnya, dapat menarik perhatian pada seseorang atau level professional, tetapi guru melakukan informasi baru di kelas? Kedua, strategi ini sering tidak perlu mengikat dengan tujuan pembangunan khusus dan tujuan daerah untuk belajar siswa dan sering sangat tidak terkait dari seluruh visi dan misi dari kampus. Misalnya, jika melek huruf merupakan prioritas puncak kampus, maka setiap workshop berkaitan dengan isu melek huruf. Ketiga, biasanya tidak ada mekanisme asesmen untuk mengukur hasil dari aktivitas. Kepala sekolah harus, di dalam pengaruh, ases kapasitas intelektual dari sesi pengembangan professional/dengan mengembangkan suatu rencana bersama guru. Misalnya, apabila seorang guru mengikuti suatu konferensi atau workshop dan kembali ke kelas dan eksperimen terhadap idea-idea, konsep, atau program baru, ada suatu rencana di tempat untuk menentukan bagaimana idea-idea, konsep, atau program itu diases sehingga untuk keefektivannya berhubungan dengan belajar siswa.

Kepala sekolah, melalui departemen, tim, atau pertemuan level-kelas, kelompok inquiry, dan forum lainnya dapat mendorong guru untuk diskusi dengan koleganya apa yang mereka pelajari dan berbagi materi yang mereka kembangkan melalui kolaborasi bersama teman-teman, workshop, atau menulis asesmen. Kepala sekolah dapat focus pada koneksi dengan belajar siswa dengan menyatakan pertanyaan, “Berdasarkan pada apakah belajar dalam pengalaman ini, bagaimana dapat praktik pembelajaran dan perubahan belajar siswa?” Refleksi-diri dan berbagi dengan kolega merupakan komponen integral dari pengembangan professional itu sendiri.

Prinsip 4 Pengembangan professional efektif merefleksikan penelitian dan praktik terbaik yang ada dalam mengajar, belajar, dan kepemimpinan. Little dan Houston (2003) melaporkan bahwa the Florida State Departement of Education dan the University of Central Florida bersama-asama mengembangkan suatu model praktik ke dalam—penelitian untuk pengembangan professional melalui the Effective Instructional Practices (EIP) project. Projek komprehensif ini didesain Project CENTRAL (Coordinating Exiting Networks To Reach All Leaners), didesain untuk mengidentifikasi dan diseminasi secara ilmiah berdasarkan praktik pembelajaran melalui pengembangan professional, sumber-sumber, dan penelitian. Visi utama untuk model itu adalah untuk menentukan kualitas pengembangan professional secara ilmiah berbasis praktik dan sumber-sumber pembelajaran bagi tim pendidik yang terfokus pada penguasaan standar dan hasil yang ditetapkan oleh semua siswa di Florida. Empat langkah dari model itu mencakup (a) identifikasi secara ilmiah berbasis praktik pembelajaran, (b) seleksi tim guru untuk mencapai pengembangan professional level –kesadaran, (c) Implementasi kelas secara ilmiah berbasis praktik pembelajaran dari pelatihan awal sampai implementasi kualitas untuk semua siswa, dan (d) koleksi data dari hasil belajar siswa melalui metodologi penelitian tradisional dan penelitian tindakan. Data yang dikumpulkan selama implementasi selanjutnya melaporkan proses pembelajaran kelas dan identifikasi diseminasi kontinu dari praktik pembelajaran khusus. Seorang kepala sekolah pada suatu kampus dapat menggunakan suatu model, berbasis dalam penelitian.

Prinsip 5 Pengembangan professional efektif mendorong guru untuk mengembangkan keahlian selanjutnya dalam materi pelajaran, strategi mengajar, penggunaan teknologi, dan elemen-elemen esensial lainnya dalam mengajar sampai standar tinggi. Banyak waktu, kita melihat pengembangan professional terfokus pada topik-topik umum seperti pendidikan bakat, penghargaan-diri, komunikasi dengan orangtua, atau pendidikan matematika. Ini hampir tidak pernah, diindividualisasikan, direncanakan, dan dhubungkan dengan kurikulum atau kebutuhan pembelajaran dari guru, materi pelajaran, atau kebutuhan teknologi dari guru. Ini jarang menghubungkan refleksi mengajar pada praktik mereka dan pada prestasi siswa mereka untuk pengembangan professional , dan sering pengembangan professional yang kita lihat merupakan suatu potret satu-waktu di tangan. Tidak ada usaha terus-menerus untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pembelajaran dari guru yang pada akhirnya dapat berperan untuk merubah perilaku. Pengembangan professional merupakan

Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved