REFERENSI PENDIDIKAN

Pengertian Competitive Intelligence

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/pengertian-competitive-intelligence.html

1. Pengertian Competitive Intelligence

Prescott (dalam Fleisher, 2003) mengatakan bahwa competitive intelligence adalah proses dimana organisasi mengumpulkan informasi tentang kompetitor dan lingkungan kompetitif, dan mengaplikasikannya ke dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan sehingga dapat memperbaiki kinerja mereka. Shaker dan Gembicki (dalam Strauss, 2008) mendefenisikan competitive intelligence sebagai proses bisnis yang sistematis, berkelanjutan, dan etis dalam mengumpulkan informasi dari target, seperti: pelanggan, kompetitor, personalia, ahli teknologi, maupun keseluruhan lingkungan bisnis.

Competitive intelligence merupakan proses menganalisis informasi yang berhubungan dengan pasar dan kompetitor, lalu mengumpulkan dan mentransformasikannya menjadi intelligence yang sangat berguna sehingga mempengaruhi kegunaannya dalam pengambilan keputusan (Hopper dalam Strauss, 2008). Johnson (dalam Strauss, 2008) mendefenisikan competitive intelligence dengan proses monitoring yang terkoordinasi terhadap kompetitor sehingga dapat berkompetisi dalam area pemasaran. Competitive intelligence digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang rencana kompetitor dan merencanakan strategi untuk bisnis yang dimiliki agar dapat bersaing dengan rencana kompetitor (Johnson dalam Strauss, 2008).

Rouach dan Santi (2001) menyatakan bahwa competitive intelligence sebagai tindakan dalam mengumpulkan informasi, memprosesnya dan menyimpannya supaya bisa tersedia bagi semua orang di dalam organisasi, dengan tujuan menjadi bisnis yang lebih baik kelaknya dan dapat melindungi bisnis dari ancaman kompetitif. Fleisher dan Bensoussan (dalam Strauss, 2008) mendefenisikan competitive intelligence sebagai produk/ hasil yang mempunyai nilai, berasal dari proses pengumpulan data, evaluasi, analisis, integrasi, dan interpretasi dari semua informasi yang tersedia, serta secara langsung atau berpotensi signifikan dalam proses pembuatan keputusan. Muller (dalam Strauss, 2008) menyatakan bahwa competitive intelligence merupakan proses sistematis untuk menghasilkan rekomendasi tentang hal-hal yang dapat dilakukan, dimana proses sistematis tersebut terdiri dari proses perencanaan (planning), pengumpulan informasi (gathering), analisis (analyzing), dan penyebaran informasi (disseminating) supaya adanya kemajuan dan pengembangan yang berpotensi mempengaruhi situasi kompetitif suatu perusahaan.

Maka dapat disimpulkan bahwa competitive intelligence adalah proses dimana organisasi mencari tahu kondisi lingkungan kompetitif dan kompetitor, sehingga organisasi tersebut dapat mengambil keputusan yang berguna untuk lingkungan bisnisnya.

2. Aspek-Aspek Competitive Intelligence

Rouach dan Santi (2001) menyatakan aspek-aspek dari competitive intelligence terdiri atas 4 (empat) bagian, yakni:

1. Commercial & marketing intelligence

Hal yang mencakup aspek ini adalah pemahaman dan strategi tentang tentang aspek-aspek komersial dan pemasaran. Hal ini mencakup trend yang sedang terjadi pelanggan, apa yang disukai dan dibutuhkan pelanggan, segmentasi pasar yang baru, inovatif, dan memberi peluang; serta perubahan-perubahan dan distribusi yang sedang terjadi di pasar. Biasanya, informasi dari pelanggan, pembeli, pemasok, dan distributor dikumpulkan dan dianalisis. Aspek pemasaran mencakup perencanaan produk, kebijakan harga, melakukan promosi, distribusi, penjualan, pelayanan, dan membuat strategi pemasaran. Aspek komersial mencakup ekspor dan impor barang.

2. Competitor intelligence

Hal yang mencakup aspek ini merupakan pemahaman dan strategi tentang aspek-aspek kompetitor. Hal ini mencakup proses mengevaluasi strategi kompetitif dari saingan supaya dapat mengatasi perubahan-perubahan pada kompetitor (misal: adanya perubahan struktur, produk baru) dan kompetitor baru dalam industri tersebut. Aspek kompetitor mencakup tujuan, strategi, kekuatan, kelemahan dan reaksi pesaing.

3. Technological intelligence

Hal yang mencakup aspek ini merupakan pemahaman dan strategi tentang aspek-aspek teknologi. Hal ini mencakup evaluasi biaya dan manfaat dari penggunaan teknologi untuk saat ini ataupun ke depannya bagi bisnis, serta mengevaluasi perubahan-perubahan teknologi ke depannya. Proses ini juga berhubungan dengan adanya para peneliti, pabrik-pabrik, proses dan aturan yang terstandardisasi, serta hak paten.

4. Strategic & social intelligence

Hal yang mencakup aspek ini merupakan pemahaman dan strategi tentang aspek-aspek sosial dan strategis. Hal ini mencakup yakni pengetahuan individu tentang isu-isu hukum, keuangan, politik, ekonomi, sumber sosial dan juga sumber daya manusia yang tersedia.

Refrensi :
  1. Rouach, D. and Santi, P. (2001).Competitive intelligence adds value: 5 intelligence attitudes. European Management Journal Vol. 19, No. 5, pp. 552-559. Paris: Elsevier Science.
  2. Strauss, A.C. (2008). Competitive Intelligence Skills Needed in South Africa. [Online]. Available FTP: https://ujdigispace.uj.ac.za/bitstream/handle/10210/3469/Strauss/pdf (Tanggal Akses 4 Desember 2011)
  3. Fleisher, C.S. & Bensoussan. (2003). Business and Competitive Analysis for Strategic Management. New York: Prentice Hall.

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved