REFERENSI PENDIDIKAN

PERSEPSI KEPALA SEKOLAH TENTANG STANDAR KINERJA GURU DAN PENGARUHNYA TERHADAP PELAYANAN BELAJAR

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/persepsi-kepala-sekolah-tentang-standar.html

A. LATAR BELAKANG MASALAH 

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara terencana,  sistematis, dan logis dalam membina insan manusia menuju proses pendewasaan  sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan hidup lingkungan. Dalam UU No. 20  Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 dinyatakan:  Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan  membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka  mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi  peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada  Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,  mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung  jawab. 

Salah satu komponen pendidikan yang memiliki peranan sangat penting  adalah guru. Guru merupakan ujung tombak pencapaian tujuan pendidikan,  dimana ia berinteraksi langsung dengan subjek didik (siswa).  Dalam organisasi sekolah guru mempunyai kewajiban untuk melaksanakan  serangkaian tugas sesuai dengan fungsi yang dijalankannya. Sebagaimana N.A.  Amentembun (1993: 4) mengemukakan dalam konteks administrasi sekolah,  sekurang-kurangnya terdapat tiga fungsi utama guru yang masing-masing  diidentifikasikan sebagai berikut: 
  1. Fungsi instruksional (mengajar) 
  2. Fungsi edukasional (mendidik) 
  3. Fungsi manajerial (manajer kelas)
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh  mana kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan  belajar mengajar. Namun demikian, posisi guru untuk meningkatkan mutu hasil  pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional mengajar. Hal ini  didukung oleh pendapat Glasser (Cece Wijaya, 1991: 43) yang mengemukakan  bahwa terdapat empat hal yang perlu dikuasai guru, yakni: 
  1. Menguasai bahan pelajaran 
  2. Mampu mendiagnosir tingkah laku siswa 
  3. Mampu melaksanakan PBM 
  4. Mampu mengukur hasil belajar siswa 
Secara singkat dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga kemampuan dasar  yang harus dimiliki oleh guru yaitu: kemampuan profesional, kemampuan  personal, dan kemampuan sosial. Akan tetapi kemampuan peran dasar tersebut  tidak akan berkembang jika hanya mengandalkan pengalaman, namun harus  dirangsang dan didorong pengetahuan baru agar dapat menumbuhkan sikap  profesi yang matang. 

Pengembangan kemampuan profesional guru menjadi tanggung jawab  Kepala Sekolah, hal ini sesuai dengan PP 28 Tahun 1990 yang berbunyi, “Kepala  Sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan,  administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidik lainnya dan pendayagunaan  serta pemeliharaan sarana dan pra sarana”. Maka jelaslah bahwa kepala sekolah  mempunyai wewenang untuk mempengaruhi guru dalam menggerakkan  organisasi sekolah. 

Untuk meningkatkan kualitas profesionalisme guru, diperlukan adanya suatu  standar atau ukuran yang dijadikan patokan bagi seorang guru dalam  melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik, pengajar  dan pembimbing. Standar kinerja guru merupakan ukuran dalam melaksanakan  tugas dan tanggung jawab guru, dimana standar menurut Moekijat (1989: 159)  adalah: “Suatu yang dibentuk baik oleh kebiasaan maupun oleh kekuasaan untuk  mengukur hal-hal seperti mutu, hasil pelaksanaan pelayanan dari setiap faktor  yang dipergunakan dalam manajemen”. 

Standar kinerja guru menurut persepsi kepala sekolah merupakan pandangan  dari kepala sekolah setelah melihat, mengamati pelaksanaan tugas-tugas guru  yang belum optimal, yang dalam kenyataannya mutu guru amat beragam  khususnya pada tingkat penguasaan bahan ajar dan keterampilan menggunakan  metode-metode mengajar yang inovatif masih kurang hal ini disebabkan oleh  program peningkatan mutu guru tidak relevan dan tidak berkonstribusi terhadap  peningkatan mutu guru, kemampuan profesional guru tidak berkembang karena  faktor penyebab non akademis, sulitnya meningkatkan kemampuan  profesionalisme guru karena rendahnya status sosial guru akibat rendahnya tingkat  kesejahteraan terutama gaji.

Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved