REFERENSI PENDIDIKAN

PERSEPSI PENGAWAS TENTANG STANDAR KINERJA GURU DAN PENGARUHNYA TERHADAP PELAYANAN BELAJAR

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/05/persepsi-pengawas-tentang-standar.html

A. Latar Belakang Masalah 

Dalam organisasi pendidikan, guru merupakan individu yang mempunyai  peranan penting dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk terciptanya  proses belajar mengajar di sekolah, karena merekalah yang secara langsung  bertatap muka dengan para peserta didik. 

Pernyataan di atas sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.38 tahun 1992  tentang Tenaga Kependidikan bahwa : Tenaga kependidikan merupakan unsur terpenting dalam sistem  pendidikan nasional yang diadakan dan dikembangkan untuk  menyelenggarakan pengajaran, pembimbingan dan pelatihan bagi para  peserta didik. Diantara para tenaga kependidikan, tenaga pendidik  merupakan unsur utama.

Sebagai seorang manajer PBM, guru berkewajiban memberikan pelayanan  kepada siswanya, terutama dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Guru tanpa  menguasai bahan pelajaran, strategi belajar mengajar, mendorong siswa belajar  untuk mencapai prestasi yang tinggi, maka segala upaya peningkatan kualitas  pendidikan tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Seorang guru dalam kaitannya dengan tugas pendidikan dan melayani siswa  terutama dalam proses belajar mengajar mutlak harus memiliki penguasaan materi  dan teknis mengajar. Hanya guru yang berkualitas dan profesional lah yang dapat  mewujudkan itu semua melalui pelayanan yang ia berikan pada siswanya. Hal ini sejalan dengan pendapat H.M. Situmorang (1995:89) yang menyatakan bahwa  “Guru yang mengutamakan pelayanan kepada siswa (untuk menyenangkan dan  memuaskan siswa) tidak cukup hanya tahu tentang mengajar tetapi ia mau  melaksanakannya dengan sebaik-baiknya”. 

Pada kenyataannya, walaupun standar kinerja guru sudah ada tetapi tetap  saja kinerja guru yang dihasilkan kurang optimal sehingga menghasilkan mutu  guru yang amat beragam. Sebuah standar merupakan sebuah bentuk ukuran kerja.  Standar kinerja guru pada hakekatnya adalah suatu bentuk ukuran atau patokan  yang dapat menunjukkan jumlah dan mutu kerja yang diharapkan dapat dihasilkan  guru dalam upaya memenuhi kebutuhan siswa. Senada dengan pernyataan  tersebut Komaruddin (1985:313) menyatakan bahwa: “standar kerja menunjukkan  jumlah dan mutu kerja yang diharapkan dapat dihasilkan pekerja”. 

Bila dikaitkan dengan pernyataan sebelumnya, maka fenomena yang terjadi  sekarang adalah standar kinerja guru yang belum dapat sepenuhnya dijadikan  sebagai ukuran/patokan baik oleh masyarakat sekolah maupun guru itu sendiri  dalam memberikan pelayanan belajarnya pada siswa. Hal ini berkaitan dengan  semakin derasnya tuntutan pelayanan pekerjaan yang profesional. Dimana kondisi  internal pendidikan kita kian hari kian maju, tumbuh dan berkembang secara  spesifik kearah pekerjaan yang makin spesialisasi. Artinya, pekerjaan mengajar tidak lagi dapat dikerjakan oleh sembarangan orang tanpa memiliki pengetahuan  yang mendalam. Mengajar merupakan suatu pekerjaan yang harus dilakukan  berdasarkan akuntabilitas profesional, dilakukan oleh mereka yang memiliki  pengetahuan berdasarkan pendidikan. Untuk membentuk SDM masa depan tidak  mungkin pendidikan dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki keahlian  dibidangnya, dalam pembelajaran mulai dari penyajian bahan, pemilihan materi  sajian sampai penilaian semuanya memerlukan keahlian khusus. 

Dengan adanya standar kinerja guru sebagai pedoman bagi guru dalam  menjalankan tugasnya dan kenyataan yang ada, maka timbul berbagai pandangan  berbagai pihak pandangan pengawas terhadap tugas-tugas yang harus ditampilkan  guru berkaitan dengan pelayanan belajar yang diharapkan. Beranjak dari hal 
tersebut penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian Persepsi Pengawas  tentang standar kinerja guru dan Pengaruhnya Terhadap Pelayanan Belajar Di  SMU Negeri se-Kota Bandung. 

Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved