SEJARAH PERKEMBANGAN ADMINISTRASI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN

Definisi ilmu pengetahuan: 

“Ilmu pengetahuan adalah, suatu obyek ilmiah yang memiliki sekelompok  prinsip, dalil dan rumus, yang dihasilkan melalui percobaan-percobaan yang  sistematis, dilakukan berulang-ulang dan telah teruji kebenarannya, prinsipprinsip, dalil-dalil dan rumus-rumus mana dapat diajarkan dan dipelajari.” 

Sampai pada saat ini terdapat 3 kelompok besar ilmu pengetahuan, yakni: Ilmu  Pengetahuan Alam (ilmu eksakta), Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (lihat skema). Prinsip, dalil dan rumus Ilmu Eksakta bersifat pasti sedangkan ilmu  sosial bersifat Adaptif karena penetrapan prinsip, dalil dan rumusnya disesuaikan  kondisi, tempat, waktu dan manusia (kepastian dalam ilmu sosial adalah ketidakpastian). 

Dalam Ilmu Administrasi, faktor-faktor tersebut dikenal sebagai faktor ekologis  (lingkungan) meliputi: 
  1. Filsafat negara; karena filsafat negara adalah tali pengikat seluruh warga  negara, maka filsafat administrasi harus selaras dengan filsafat yang berlaku  disuatu negara.
  2. Sistem Politik yang dianut oleh negara; Karena administrasi merupakan  lanjutan dari politik, maka politik administrasi harus merupakan lanjutan dari  politik negara.
  3. Tingkat Pembangunan ekonomi yang telah dicapai; Tingkat  kesejahteraan rakyat akan sangat dalam menentukan sistem prioritas  pembangunan yang berkaitan erat dengan pengambilan keputusan dalam  kegiatan administrasi.
  4. Tingkat pendidikan rakyat; Tingkat pendidikan akan sangat berperan  dalam proses komunikasi dalam administrasi terutama berkaitan dengan cara  menyampaikan instruksi, berita, perintah, informasi dan sebagainya.
  5. Bahasa; Bahasa sebagai pengikat persatuan juga merupakan hal penting  dalam usaha menciptakan suatu ‘frame of reference’ yang sama dalam bidang  administrasi.
  6. Agama; Sebagai salah satu faktor yang membedakan manusia dengan  mahluk lainnya, dengan agama pola kerjasama antara atasan dengan bawahan  akan memiliki keseimbangan dalam arti perlakukan seorang atasan akan  berjalan sesuai dengan rel-rel kemanusiaan terhadap bawahannya.
  7. Letak (Geographi) negara; Letak geographi suatu negara akan  mempengaruhi pola komunikasi dan transportasi terutama dalam pelaksanaan  kegiatan Administrasi , misalnya seperti dalam mengimplementasikan suatu  keputusan.
  8. Struktur masyarakat; Proses administrasi dan mangement relatif akan lebih  mudah dilaksanakan pada struktur masyarakat homogen dibandingkan dengan  masyarakat yang heterogen.
Berkaitan dengan perkembangan ilmu administrasi sebagai ilmu pengetahuan, terdapat empat  tahap perkembangan, yakni:
  1. Tahap Survival (1886 – 1930). Ditandai oleh perjuangan TAYLOR dengan ‘Gerakan management Ilmiah’.
  2. Tahap Konsolidasi atau penyempurnaan (1930 – 1945). Pada tahap ini,  Prinsip-prinsip, dalil-dalil dan rumus-rumus Administrasi disempurnakan  sehingga kebenarannya tidak dapat dibantah lagi. Ditandai oleh pemberian  gelar-gelar kesarjanan dalam bidang Ilmu Administrasi pleh lembaga  penguruan tinggi.
  3. Tahap Human Relation (1945 – 1959). Ditandai oleh perhatian para ahli  yang mulai memperhatikan faktor manusia serta hubungan formil dan  informil apa yang perlu diciptakan, dibina dan dikembangkan oleh antar  manusia dalam semua tingkatan demi terlaksananya suasana intim dan  harmonis.
  4. Tahap Behaviouralisme (1959 – sekarang). Ditandai perhatian atau  sorotan Ilmu Administrasi tehadap tindak-tanduk manusia dalam  kehidupan berorganisasi dan alasan-alasan mengapa manusia bertindak demikian. Dengan kata lain bagaimana cara agar supaya tindakan manusia  yang merugikan dapat dirubah, meningkatkan tindakan yang  menguntungkan dan bagaimana cara-cara yang dapat ditempuh guna  tercapainya tujuan organisasi secara efisien, ekonomis dan efektif.
Diprediksikan bahwa pada tahap berikutnya, Ilmu Administrasi akan memasuki  tahap Matematika dimana kegiatan administrasi akan bergerak lebih dinamik  dengan dukungan teknologi modern seperti tersedianya komputer sebagai alat  pengolah data. Download Artikel Lengkap : Klik Disini