REFERENSI PENDIDIKAN

Anak dengan Kebutuhan Khusus

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/anak-dengan-kebutuhan-khusus.html

Anak dengan Kebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. ABK mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Di Indonesia ABK yang terlayani antara lain sebagai berikut.
  1. Anak yang mengalami hendaya (impairment) penglihatan (tunanetra), khususnya totally blind, tidak dapat menggunakan indera penglihatannya untuk mengikuti segala kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Umumnya kegiatan dilakukan dengan rabaan atau taktil karena kemampuan indera raba sangat menonjol menggantikan indera penglihatan.
  2. Anak dengan hendaya (impairment) pendengaran dan bicara (tunarungu wicara), pada umumnya mereka mempunyai hambatan pendengaran dan kesulitan melakukan komunikai secara lisan dengan orang lain.
  3. Anak dengan hendaya (impairment) perkembangan kemampuan fungsional (tunagrahita), pada umumnya mereka berkesulitan belajar disebabkan adanya hambatan perkembangan inteligensi, mental, emosi, sosial dan fisik.
  4. Anak dengan hendaya (impairment) kondisi-fisik atau motorik. Secara medis dinyatakan bahwa mereka mengalami kelainan pada tulang, persendian, dan urat syaraf penggerak otot-otot tubuhnya sedemikian rupa sehingga digolongkan sebagai anak yang membutuhkan layanan khusus pada gerak anggota tubuhnya.
  5. Anak dengan hendaya (impairment) perilaku salah suai. Anak yang berperilaku salah suai sering disebut dengan anak tunalaras. Karakteristik yang menonjol antara lain: sering membuat ulah atau keonaran secara berlebihan, bertendensi ke arah perilaku kriminal.
Suatu pola gerak yang bervariasi diyakini dapat meningkatkan potensi peserta didik dengan kebutuhan khusus dalam kegiatan pembelajaran (berkaitan dengan pembentukan fisik, emosi, sosialisasi dan daya nalar). Esensi dari pola gerak yang mampu meningkatkan potensi diri ABK adalah kreativitas. Kreativitas ini diperlukan dalam pembelajaran yang bermuatan pola gerak, karena tujuan akhir dari suatu program pembelajaran semacam ini adalah perkembangan kemampuan kognitif dan kemampuan sosial melalui kegiatan individu maupun dalam kegiatan bersosialisasi. Perkembangan kognitif dan sosial melalui kreativitas gerak diharapkan dapat menimbulkan harga diri (self-esteem) pada diri setiap ABK yang kelak sangat berguna dalam mengarungi kehidupan diri mereka masing-masing. Tentunya perkembangan kognitif dan sosial melalui program pola gerak memerlukan adanya otot-otot yang kuat dan lentur. Sehingga melalui pola gerak tertentu memungkinkan otot-otot tubuh dapat dilatih untuk dapat dikendurkan atau ditegangkan. Dari kekuatan otot-otot tersebut, khususnya yang menunjang persendian tubuh, memungkinkan optimalisasi gerakan otot tubuh sesuai dengan fungsi setiap anggota tubuh. Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved