REFERENSI PENDIDIKAN

Aplikasi Gerak Irama pada Anak dengan Hambatan Perilaku Menyimpang

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/aplikasi-gerak-irama-pada-anak-dengan_2204.html


Banyak anak-anak dan remaja menunjukkan kelainan perilaku yang menyimpang. Biasanya kelainan perilakunya berkaitan dengan hendaya penyerta lainnya, seperti hambatan perkembangan fungsional (mental retardation) dan kesulitan belajar yang spesifik (specific learning disability). Guru kelas hendaknya mampu mengatasi siswa-siswa dengan hendaya perilaku menyimpang melalui program pembelajaran yang sesuai dengan kondisi mereka. Umumnya, di sekolah-sekolah reguler anak-anak dengan kelainan perilaku tersebut banyak dijumpai dengan tingkat ringan. Sedangkan anak-anak dengan kelainan perilaku tingkat sedang banyak di tempatkan di sekolah-sekolah khusus. Untuk tingkat-berat umumnya mereka ditempatkan dalam tempat dengan situasi dan kondisi yang spesifik (mereka ini antara lain: schizophrenic, psychopatic, dan psychopatic behavior).

Para ahli psikoanalisis mempercayai bahwa interaksi negatif yang terjadi sejak usia dini antara orang tua dan anak, khususnya ibu dan anak merupakan penyebab utama dari permasalahan-permasalahan berkaitan dengan kelainan perilaku yang serius. Para orang tua yang menerapkan disiplin rendah terhadap anak-anaknya tetapi selalu memberikan reaksi terhadap perilaku yang kurang baik, tidak sopan, suka menolak sepertinya dapat menjadi sebab seorang anak menjadi agresif, nakal atau jahat (Hallahan & Kaufmann, 1978 dalam Geddes, D. , 1981:124).

Identifikasi terhadap kasus kelainan perilaku menyimpang dapat dipakai sebagai patokan untuk menggunakan program pembelajaran yang mengarah kepada intervensi khusus untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan perilaku menyimpang. Jika anak mempunyai masalah psikologis maka diperlukan model psikoanalitis yang lebih menekankan pada psikodinamis. Jika anak menunjukkan penyimpangan dalam  

berperilaku bermasyarakat (agresif, menghindar dari keramaian, dan sikap bertahan diri) maka diperlukan penanganan dengan model perilaku, pendekatan penyembuhannya dengan cara memodifikasi perilaku untuk berperilaku yang benar daripada membetulkan kasus-kasusnya.

Anak yang mempunyai kelainan perilaku umumnya tidak mampu untuk berteman karena yang bersangkutan selalu menemui kegagalan saat melakukan hubungan dengan orang lain. Kegagalan mengadakan hubungan dengan orang lain disebabkan oleh adanya ketidakpuasaan dirinya terhadap elemen-elemen lingkungan sosialnya (Hallahan & Kauffman, 1986:144-148). Oleh karenanya perilaku guru dan teman-sekelasnya harus dapat dikondisikan sedemikian rupa agar situasi interaksi di dalam kelas dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak dengan hendaya perilaku salah suai untuk melakukan interaksi dengan kompetensi sosial dan perangai yang memadai (Thomas et al., 1968 dalam Hallahan & Kauffman, 1986:159). Maka program pembelajaran individual yang disusun guru hendaknya lebih menekankan ke pada bentuk-bentuk interaksi antara guru – murid - teman sekelasnya. Aplikasi gerak irama terhadap program pembelajaran individual semacam ini sangat membantu guru kelas dalam mewujudkan interaksi antara ketiga unsur: murid – guru – dan teman sekelas melalui pola gerak tubuh. Dengan kata lain bahwa gerak irama bertujuan untuk “membentuk” jalinan-hubungan interaksi dalam proses kegiatan pembelajaran terhadap anak dengan hendaya kelainan perilaku menyimpang. Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved