REFERENSI PENDIDIKAN

Aplikasi Gerak Irama pada Anak dengan Hambatan Kondisi Fisik-Motorik

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/aplikasi-gerak-irama-pada-anak-dengan_3.html

Hendaya kondisi fisik merupakan ketidakmampuan secara fisik untuk melakukan gerak. Ketidakmampuan seorang anak dengan adanya keterbatasan secara fisik-non-sensori (fisik-motorik) menyebabkan ia mempunyai permasalahan untuk hadir kesekolah dan belajar di kelas. Ketidakmampuan secara fisik motorik pada anak untuk melakukan gerakan tubuh menyebabkan ia membutuhkan layanan-layanan khusus, latihan dengan pola tertentu, peralatan-peralatan yang sesuai, dan fasilitas pendukung lainnya. Seringkali terjadi pada anak yang mempunyai hendaya kondisi fisik, juga mempunyai hendaya penyerta lain seperti: hendaya perkembangan fungsional, kesulitan belajar, gangguan emosional, kelainan berbicara dan berbahasa, atau mempunyai keberbakatan tertentu (Hallahan & Kauffman: 1991:344).

Anak dengan hendaya kondisi fisik memerlukan penanganan secara medis guna memperbaiki dan mengobati kelainan-tubuhnya, tetapi bila hendaya fisik tersebut ternyata mempunyai masalah pendidikan maka pembelajaran khusus perlu penanganan oleh guru-khusus di sekolah. Penanganan khusus oleh guru-khusus memerlukan suatu metode pembelajaran tertentu bersifat khusus sesuai dengan kelainan anak bersangkutan. Untuk hal ini gerak irama dapat diaplikasikan dalam program pembelajaran dengan tujuan untuk dapat mengembangkan keterampilan gerak siswa dengan hendaya kondisi fisik-motorik tergantung dengan sifat dasar dan tingkat kepelikan hambatan yang disandang oleh anak. 

Umumnya, masalah utama pada gerak yang dihadapi oleh anak spina bifida adalah kelumpuhan dan kurangnya kontrol gerak, pada anak hydrocephalus adalah mobilitas gerak, anak dengan cerebral palsy mempunyai masalah dengan persepsi visual meliputi: gerakan-gerakan untuk menggapai, menjangkau dan menggenggam benda, serta hambatan dalam memperkirakan jarak dan arah (Lewis, V., 2003: 157). Cerebral Plasy merupakan kelainan koordinasi dan kontrol otot disebabkan oleh luka (mendapatkan cedera) di otak sebelum dan sesudah dilahirkan atau pada awal masa kanak-kanak (Hallahan & Kauffman, 1991:345). Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved