REFERENSI PENDIDIKAN

Aplikasi Gerak Irama pada Anak Dengan Hambatan Kesulitan Belajar

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/aplikasi-gerak-irama-pada-anak-dengan_4127.html

Frustasi selalu dirasakan oleh anak-anak dengan kesulitan belajar, disebabkan mereka mempunyai masalah belajar di sekolah walaupun kemampuan inteligensinya tidak lebih rendah daripada teman-teman sekelasnya yang normal. Umumnya anak dengan hendaya kesulitan belajar mempunyai kesulitan belajar satu atau lebih pada bidang akademik. Mereka juga dimungkinkan mempunyai hendaya-penyerta hiperaktif dan kurang atensi.

Indikasi untuk anak-anak dengan hendaya kesulitan belajar adalah kekurangan atau terhambatnya perkembangan dalam satu atau beberapa bagian dari proses belajar. Kesulitan belajar mungkin terjadi dalam satu atau lebih pada proses-proses dasar pemahaman atau penggunaan bahasa tulis maupun lisan. Contohnya, anak dengan hendaya kesulitan belajar mempunyai hambatan dalam membaca, menulis, matematika, meng-eja huruf, mendengarkan, berfikir dan mengingat-ingat, penyimpangan dalam keterampilan persepsi, keterampilan gerak, atau pada aspek-aspek belajar lainnya. Oleh karena itu sebagian besar para ahli banyak menggunakan istilah kesulitan belajar- khusus (specific learning disability) (Geddes, D., 1981:111; Reynolds, C.R. & Mann, L., 1987:1483; Lerner, J.W., 1985:7; Ashman, A. & Elkins, J., 1994:241; PL-USA. 94-142). 

Istilah kesulitan belajar-khusus banyak diterapkan oleh para pendidik yang menunjukkan pada indikasi bahwa anak yang bersangkutan secara jelas mempunyai masalah khusus dalam proses belajar. Sebagai contoh, anak yang tergolong ke dalam tipe disleksia-visual, yaitu ketidakmampuan membedakan secara visual menjadi penyebab tidak mampu mengidentifikasi huruf yang bentuknya hampir serupa, seperti huruf “b” dengan huruf “d”.

Walaupun beberapa anak dengan kesulitan belajar-khusus menunjukkan bukti-bukti yang kuat adanya cedera pada sistem syaraf pusat, dibandingkan dengan teman-teman yang normal, namun sesungguhnya mereka hanya mempunyai sistem syaraf pusat yang tidak berfungsi dicirikan dengan adanya ketidakberfungsian otaknya bukan disebabkan adanya cedera pada lapisan otak. Para ahli menyatakan dengan istilah dysfunction disebabkan tidak ditemukan bukti adanya cedera pada sistem syaraf pusat secara nyata saat dilakukan diagnosis terhadap anak dengan hendaya kesulitan belajar (Hallahan & Kauffman, 1991:123).

Beberapa anak dengan hendaya kesulitan belajar juga mempunyai permasalahan dalam bidang sosial-emosional. Oleh karena itu pembuatan program pembelajarannya hendaknya lebih menitik-beratkan ke pada penyesuaian sosial. Melalui latihan-latihan persepsi dimungkinkan dapat meningkatkan keterampilan perseptualnya. Umumnya latihan-latihan persepsi berkaitan erat dengan gerak atau perceptual-motor (Hallahan & Kauffman, 1991:123). Kekurangan dalam pengalaman satu atau lebih dari komponen-komponen dasar dalam proses belajar berkaitan erat dengan perilaku psikomotor (sensory motor & perceptual motor) (Geddes, D., 1981:112; Lerner, J., 1985:265). Kekurangan itu dapat dijembatani dengan memanfaatkan pola gerak dan keterampilan gerak sebagai salah satu upaya intervensi guru dalam pembelajaran individual terhadap anak dengan hendaya kesulitan belajar, sehingga dikemudian hari siswa yang bersangkutan diharapkan dapat mencapai kemampuan secara umum dan memperoleh peningkatan dalam kehidupannya. Pola gerak dan keterampilan gerak merupakan landasan utama dalam gerak irama setiap individu. Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved