REFERENSI PENDIDIKAN

Hambatan-hambatan yang Dihadapi Anak dengan Hendaya Perkembangan

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/hambatan-hambatan-yang-dihadapi-anak_3.html

  1. Pada umumnya anak dengan hendaya perkembangan mempunyai pola perkembangan perilaku yang tidak sesuai dengan kemampuan potensialnya (Patton, et al., 1986:84).
  2. Anak dengan hendaya perkembangan mempunyai ketidakmampuan dalam mengadaptasikan dirinya terhadap lingkungan disebabkan oleh sifat agresif secara verbal atau fisik, perilaku yang suka menyakiti diri sendiri, perilaku suka menghindarkan diri dari orang lain dan suka menyendiri, suka mengucapkan kata/ kalimat yang tidak masuk akal atau sulit dimengerti maknanya, rasa takut yang tidak menentu sebab-akibatnya, selalu ketakutan, sikap suka bermusuhan (Schloss, 1984:43).
  3. Pribadi anak dengan hendaya perkembangan mempunyai kecenderungan yang sangat tinggi untuk melakukan tindakan yang salah atau (Cromwell, 1963 dalam Patton, 1986:85; Hallahan & Kauffman, 1986:64; Smith, et al., 2002:243).
  4. Adanya masalah kesehatan yang khusus seperti terhambatnya perkembangan gerak, tingkat pertumbuhan yang tidak normal, kecacatan sensori khususnya pada persepsi penglihatan dan pendengaran sering nampak pada anak dengan hendaya perkembangan (Mosier, Grossman dan Dingman, 1965; Barlow, 1978 dalam Patton 1986:99). Berdasarkan hambatan ini maka diperlukan deteksi dan skrining dini terutama pada kesehatan sensori untuk dilakukan penggunaan alat khusus atau dilakukan pembedahan (Smith, et al., 2002:258-260).
  5. Sebagian dari anak dengan hendaya perkembangan mempunyai kelainan penyerta cerebral palsy, kelainan syaraf–otot yang disebabkan oleh kerusakan bagian tertentu pada otak saat ia dilahirkan atau saat awal kehidupan. Mereka yang tergolong mempunyai cerebral palsy mempunyai hambatan pada intelektual, dengan gerak dan postur tubuh, pernafasan, mudah kedinginan, buta warna, kesulitan berbicara disebabkan adanya kekejangan otot-otot mulut (artikulasi), kesulitan sewaktu mengunyah dan menelan makanan yang keras seperti: permen karet, popcorn, sering kejang otot (Smith, et al., 2002:261; Delphie, B., 2005:23).
  6. Secara keseluruhan, anak dengan hendaya perkembangan mempunyai kelemahan pada segi: 1) keterampilan gerak, 2) fisik yang kurang sehat, 3) koordinasi gerak, 4) Kurangnya “perasaan percaya diri” terhadap situasi dan keadaan sekelilingnya, 5) keterampilan gross dan fine motor yang kurang (Delphie, B., 2005:23; Smith, et al., 2002:104-105).
  7. Anak dengan hendaya perkembangan umumnya tidak mempunyai kemampuan sosial, disebabkan oleh suka mengindar dari keramaian, ketergantungan hidup pada keluarga, tidak mampu mengatasi rasa marah , rasa takut yang berlainan, kelainan peran seksual, kemampuan intelektual yang kurang, punya pola perilaku seksual secara khusus (Kagan & Moss, 1962 dalam Schloss, 1984:4).
  8. Anak dengan hendaya perkembangan mempunyai keterlambatan dalam pemahaman dan penggunaan bahasa, masalah bahasa dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian dan dapat menetap hingga usia dewasa (Maslim, R., 2002:120; Smith, et al., 2002:256).
  9. Pada beberapa anak dengan hendaya perkembangan mempunyai keadaan lain/ kelainan penyerta seperti: autism, cerebral palsy, gangguan perkembangan lain (nutrisi, sakit dan penyakit, kecelakan dan luka), epilepsi, disabilitis fisik dalam berbagai porsi (Maslim, R., 2002:120; Smith, et al., 2002:261-263).
Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved