REFERENSI PENDIDIKAN

Hambatan-hambatan yang Dihadapi Anak dengan hendaya kondisi fisik

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/hambatan-hambatan-yang-dihadapi-anak_4598.html

Hambatan-hambatan yang ada pada anak dengan hendaya kondisi fisik terletak pada kesulitan gerak dan kelainan postur, khususnya bagi anak dengan kelainan cerebral palsy. Secara umum, hambatan yang ada pada anak dengan hendaya kondisi fisik terletak pada:
  1. Ketidakmampuan untuk melakukan orientasi ruang
  2. Gangguan koordinasi gerak karena kondisi fisik-motorik yang lemah
  3. Umumnya kurang sanggup menyesuaikan diri karena terlalu banyak mendapatkan tekanan-tekanan dari lingkungan saat melakukan interaksi sosial (aspek psikologis).
  4. Ketidakmampuan untuk memecahkan suatu masalah.
Pada anak dengan kelainan spasticity sering dijumpai adanya kekejangan sebagai tanda adanya kelainan spastik. Disamping itu, anak dengan spasticity mempunyai hendaya pada penglihatan, pendengaran, dan berbicara, ketidakmampuan melakukan kontrol terhadap lidah dan bibir, kelainan persepsi visual, hilangnya daya rasa. Kelumpuhan pada kaki merupakan hambatan utama anak-anak spina bifida, yang bersangkutan akan mendapatkan kesulitan gerak disekitar daerah kaki. .Perkembangan tulang yang berkurang menyebabkan anak spastic hemiplegics mempunyai inteligensi rendah, berkesulitan gerak, daya taktil yang kurang, sulit berbicara.

Pada anak-anak athetoid hambatan utama adalah pada gerakan yang terjadi di luar kemauan, pelan, dan sering menggeliat, diikuti dengan pengejangan otot-otot sehingga gerakannya tidak simetris dan di luar kontrol. Anak athetoid juga memerlukan latihan orientasi ruang.

Ketidaknormalan perkembangan fisik pada anak dengan hendaya fisik-motorik dengan salah satu kaki menjadi pendek, mobilitas menjadi hambatan utama (motor abilities). Adanya ketegangan pada siku dan pergelangan tangan dan gerak kontraksi otot yang tidak semestinya menyebabkan terjadi juga hambatan dalam belajar. Seorang anak dengan hendaya yang berat karena mendapatkan cedera serius pada daerah pengatur gerak di otak, menyebabkan ia mempunyai kesulitan gerak pada kedua kaki dan kedua tangannya. Sebagai contoh adalah quadriplegia, yang bersangkutan juga mempunyai hambatan kemampuan berfikir (kognitif). Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved