REFERENSI PENDIDIKAN

Hambatan Perhatian, Persepsi dan Motorik

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/hambatan-perhatian-persepsi-dan-motorik.html

a. Konsep Dasar Hambatan

Perkembangan pada individu terdiri dari tiga aspek besar yaitu aspek fisik, kognisi dan emosi sosial. Perkembangan fisik yaitu perubahan pada fisik individu baik dalam proporsi tubuh, serta kematangan persyarafan, dan gerak (motorik). Perkembangan kognisi yaitu berkaitam dengan perubahan yang terjadi pada proses berfikir atau kecerdasan individu, ini teramasuk atensi, persepsi, daya ingat, imajinasi, kreativitas, pemecahan masalah, dan termasuk juga kemampuan dan keterampilan berbahasa. 

Perkembangan emosi-sosial yaitu perubahan yang ditunjukkan oleh individu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, membaca pikiran orang lain, memahami kekurangan dan kelebihan serta keterbatasan yang dimiliki oleh individu serta pemahaman tentang nilai, etika dan moral. Ketiga perkembangan terjadi saling terkait satu sama lain. setiap aspek perkembangan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek perkembangan yang lain.

Perkembangan merupakan prasyarat individu untuk belajar, artinya bahwa seorang anak akan dapat belajar apabila sudah ada kesiapan atau kematangan, contohnya: dua orang anak memiliki umur yang sama, salah satu sudah dapat membaca yang lain belum, hal ini mungkin anak yang belum bisa membaca belum memiliki kematangan untuk membaca. Perkembangan juga dapat dikatakan merupakan hasil proses belajar, artinya bahwa perubahan yang terjadi pada diri seorang anak adalah hasil interaksi dengan lingkungannnya.

Misalnya apabila seorang anak sudah memiliki kemampuan dan kematangan untuk membaca akan tetapi lingkungan tidak menstimulasinya, maka kemampuan itu tidak akan muncul pada diri anak. Jadi dapat dilihat bahwa ada saling keterkaitan antara kematangan perkembangan, kemampuan belajar dan lingkungan. Apabila seorang anak memiliki hambatan dalam perkembangan fisik, kognisi dan emosi-sosialnya maka dapat dipastikan bahwa anak ini akan mengalami hambatan proses belajar.

Hambatan perkembangan ataupun hambatan belajar ada yang bersifat temporer dan ada yang bersifat permanen. Hambatan yang bersifat temporer yaitu hambatan yang sifatnya sementara, yang mana apabila hambatan ini sudah ditangani oleh ahlinya maka anak akan kembali seperti semula, contohnya anakanak trauma pasca gempa. Hambatan yang sifatnya permanen yaitu hambatan yang sifatnya menetap, yang mana anak-anak ini memerlukan penanganan atau layanan pendidikan secara khusus supaya potensi mereka bisa berkembang secara optimal. Kedua hambatan ini akan mengahambat proses belajar anak.

Selain hambatan permanent dan temporer, hambatan belajar juga bisa terjadi karena faktor internal dan faktor eksternal atau gabungan antara faktor internal dengan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor-faktor yang terjadi di dalam diri anak yang akan mempengaruhi proses pembelajaran sehingga performance anak kurang atau tidak optimal. Misalnya anak yang mengalami kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, serta gangguan motorik serta anak yang mengalami hambatan perkembangan intelektual. Keadaan seperti itu akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dan ketidakmampuan (disability) sesuai dengan penyebab keadaan impairment tersebut. Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang ada di luar diri anak seperti faktor lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Seperti anak mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya sehingga menyebabkan trauma pada anak, sering diolok-olok teman, atau keadaan rumah yang tidak membuat anak nyaman karena sering terjadi pertengkaran antara orang tuanya, yang mana karena kondisi seperti disebutkan tadi itu anak mengalami kesulitan dalam belajar. Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved