REFERENSI PENDIDIKAN

Hambatan yang Dihadapi Anak dengan Hambatan Mendengar dan Berbicara

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/hambatan-yang-dihadapi-anak-dengan.html

Secara garis besar hambatan yang dihadapi oleh anak-anak dengan hendaya mendengar meliputi hal-hal sebagai berikut di bawah ini.
  1. Hasil penelitian para ahli di Amerika Serikat menyatakan bahwa satu diantara tujuh anak yang mempunyai hendaya mendengar mempunyai permasalahan berkaitan dengan kesehatan mental. Kesehatan mental ini mengarah kepada schizophrenia atau kelainan psikis suka mengasingkan diri, paranoia atau kelainan psikis suka mengasingkan diri karena ketakutan, affective psychosis atau kelainan emosi secara psikis, dan depression atau kemuraman (the Departement of Heakth of USA, 1995 dalam Gregory, et al., 1999:17).
  2. Anak-anak dengan hendaya mendengar mempunyai kesulitan psikologis yang diperoleh dari sejumlah faktor eksternal, seperti kurangnya bimbingan dan bantuan orang tua dan keluarga, kesadaran orang-orang di sekitarnya terhadap permasalahan dari anak dengan hendaya mendengar, lingkungan hidup, budaya dan model-peran dari anak-anak dengan hendaya mendengar (Gregory, et al., 1999:19).
  3. Dalam keterampilan kognitif berkaitan dengan prestasi akademik pada umumnya kemampuan mengingat dari anak-anak dengan hambatan mendengar sangat singkat sekali, hanya dalam hitungan beberapa detik tidak sampai menit. Untuk hal ini diperlukan kegiatan-kegiatan khusus dalam layanan pendidikan agar mereka mampu membaca, memahami isi bacaan, dan mengingat angka-angka. Banyak terjadi anak dengan hendaya mendengar berkesulitan membaca (Lewis, V., 20003:136). Olehkarenanya mereka memerlukan suatu metode pembelajaran yang lebih menekankan pada peng-ucapan bahasa.
  4. Ketidakmampuan dalam belajar pada kelompok tertentu dari anak-anak dengan hendaya mendengar disebabkan oleh adanya hendaya visual, dyslexia, cerebral palsy, dan emosional (Gregory, et al., 10\999:31).
  5. Perkembangan bahasa dan komunikasi pada anak-anak dengan hendaya mendengar secara umum kurang sempurna, khususnya saat menggunakan bahasa seperti pada kemampuan pemahaman bahasa. (Hallahan & Kauffman, 1986:251; dan 1991:274).
  6. Prestasi akademik anak-anak dengan hendaya mendengar khususnya dalam kemampuan membaca pada umumnya sangat kurang (Hallahan & Kauffman, 1991:276).
  7. Dikarenakan dalam kehidupan nyata yang dialami anak-anak dengan hendaya mendengar, tumbuh besar dan hidup dalam suatu lingkungan yang terisolasi maka mereka membutuhkan adanya interaksi sosial dan perasaan diterima oleh orang-orang sekelilingnya. Ini berarti bahwa anak-anak dengan hendaya mendengar mempunyai hambatan dalam berkomunikasi. Dalam hal ini diperlukan pendekatan khusus dalam kegiatan belajar mengajar berkaitan dengan aspek komunikasi, yaitu: 1) latihan auditori, 2) berbicara bibir , 3) bahasa isyarat dan ejaan huruf dengan jari-jemari. Latihan auditori melibatkan tiga sasaran pokok, yaitu: a) perkembangan kesadaran bunyi, b) perkembangan kemampuan membuat perbedaan secara nyata tentang bunyi-bunyi yang ada di lingkungannya, c) perkembangan kemampuan membedakan bunyi-bunyi dalam berbicara. Ada tiga bentuk yang berbeda dari rangsang bunyi yang dibutuhkan dalam suatu program latihan terhadap anak-anak dengan hendaya mendengar, yaitu: a) rangsang yang diperoleh dari lingkungan dimana komunikasi itu terjadi, b) rangsang secara langsung diikuti dengan pesan, tetapi bukan bagian dari hasil kemampuan bicara, c) rangsangan langsung berkaitan dengan produksi bunyi pembicaraan. (Hallahan & Kauffman, 1987:258-263; dan 1991:279-282).
  8. Dari data hasil penelitian para ahli menyatakan bahwa anak-anak dengan hendaya mendengar umumnya mempunyai kesulitan pada keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh, termasuk didalamnya koordinasi dinamika gerak, koordinasi gerak visual dan gerak berpindah (Lewis, V. 2003:98). Terdapatnya kesulitan gerak keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh pada anak dengan hendaya mendengar merupakan salah satu alasan utama diperlukannya aplikasi gerak irama dalam proses pembelajarannya. Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved