REFERENSI PENDIDIKAN

Membangun Kekebalan Tubuh, Menghapus Seratus Penyakit

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/membangun-kekebalan-tubuh-menghapus.html

Pendahuluan

Penyakit memasuki tubuh dari pintu tubuh bagian mana saja. Masing-masing bibit penyakit di dalam tubuh manusia memiliki habitatnya sendiri-sendiri. Begitu juga dalam hal ke mana pintu masuknya, dan kemudian di organ tubuh mana ia bersarang dan berbiak.

Ada bibit penyakit yang memasuki tubuh melalui udara yang dihirup oleh pernapasan (air-borne). Ada juga yang dengan cara ditelan bersama makanan dan minuman (food borne), atau lewat cemaran tinja ((fecal-oral) selain ada juga yang langsung menembus kulit (larva cacing tambang), dibawa serangga, hewan liar, atau ada pula yang langsung mencemari bola mata, liang hidung, atau yang dengan cara memasuki liang kemaluan. Maka, semua pintu masuk tubuh itu perlu selalu disiagakan.

Tubuh yang bugar pintu masuk di tubuhnya lebih bersiaga. Sekalipun sampai kebobolan bibit penyakit juga, umumnya sudah lebih kebal. Karena lebih kebal, maka selalu memenangkan pertempuran melawan bibit penyakit. Maka itu, selalu batal jatuh sakit. Atau kalau sampai jatuh sakit pun, penyakitnya tidak tergolong berat, dan sering lekas menyembuh sendiri.

Bibit penyakit senantiasa hadir di tengah-tengah kita, tanpa kita dapat melihatnya, atau mungkin menyadarinya. Mereka ada di mana saja, kapan saja, tanpa kita mungkin merasakannya. Setiap saat tubuh kita berkontak, bersinggungan, bersentuhan dengan beraneka ragam bibit penyakit, yang jinak maupun yang ganas.

Hanya berkat kekebalan tubuh kita yang terbangun kokoh, kalau nyatanya kita tidak sampai jatuh sakit meskipun kita berada di tengah ancaman dan serbuan itu. Demikian itu berkat kekebalan tubuh yang terbentuk karena tubuh dalam kondisi bugar. Tubuh yang bugar dibangun dari hidup yang tertib dan teratur, gizi yang bagus, dan waktu istirahat yang memadai, selain cukup bergerak badan.

Membangun Kekebalan Tubuh

Untuk meredam penyakit infeksi, daya tahan tubuh harus sengaja dibuat kuat. Setiap terjangkit penyakit tubuh menjadi tidak lagi bugar. Maka, upaya memperkokoh kekebalan tubuh merupakan bagian penting dalam membangun kebugaran tubuh. Hanya tubuh yang bugar yang tidak rentan jatuh sakit. Termasuk oleh ancaman berbagai jenis penyakit infeksi.

Kekebalan tubuh secara alami dibangun sejak bayi. Setelah warisan kekebalan tubuh yang anak terima dari ibu sudah habis (setelah anak berumur 6 bulan) kekebalan tubuh perlu dilanjutkan dengan cara imunisasi. Dengan imunisasi tubuh sengaja dimasukkan bibit penyakit (yang sudah dilemahkan atau dimatikan) yang kita sebut vaksin.Vaksin ini yang kita harapkan merangsang tubuh agar membuat zat anti terhadapnya (antibodi).

Anak memerlukan serangkaian imunisasi untuk membangun kekebalan dasar pada tubuhnya. Setelah kekebalan dasar terbentuk, pemberian vaksin perlu diulang secara berkala pada tiap umur-umur tertentu. Dengan cara itu tubuh anak menjadi kebal sempurna terhadap sejumlah penyakit (TBC, polio, hepatitis, difteria, tetanus, batuk rejan, campak). Ini jenis penyakit yang sering anak-anak derita. Imunisasi tidak selalu membuahkan hasil optimal bila status gizi tubuh tergolong jelek. Pada tubuh yang kurang gizi, respons tubuh kurang sempurna dalam membangun zat anti. Maka, kekebalan yang terbentuk belum tentu penuh.

Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved