REFERENSI PENDIDIKAN

Pemanfaatan Kartu Kembang Anak (KKA) sebagai Alat Deteksi Dini Gangguan Perkembangan pada Anak

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/pemanfaatan-kartu-kembang-anak-kka.html

1.1 Analisis Situasi

Istilah tumbuh kembang anak sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ, maupun individu. Perkembangan lebih menitikberatkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ tubuh individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan (Markum, 1996).

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di tempat atau sarana kesehatan yang paling dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat dilakukan di Posyandu, pemantauan ini salah satunya dengan menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat) yang didalamnya memantau aspek-aspek pertumbuhan yaitu berat badan, tinggi badan dan kelengkapan imunisasi.

Proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal tidak hanya didasari oleh aspek-aspek pertumbuhan, tapi juga harus memperhatikan aspek perkembangan seperti perkembangan motorik, komunikasi, emosi, sosial, dan tingkah laku. Pemantauan terhadap aspek perkembangan belum terlalu dikenal di masyarakat umum, padahal aspek-aspek perkembangan juga sama pentingnya dengan aspek pertumbuhan pada seorang anak.

Sebagain besar masyarakat kita masih kurang memahami bahwa gangguan atau penyimpangan perkembangan anak bisa dideteksi secara dini untuk meminimalkan dampak negatif yang lebih luas dari gangguan tersebut. Keadaan ini tentu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pengetahuan yang masih rendah tentang pentingnya pemantauan perkembangan anak, sehingga perlu diupayakan suatu program agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang hal tersebut dapat meningkat.


Di kelurahan Dago kecamatan Coblong ditemukan keluarga yang mempunyai bayi dan balita cukup banyak dengan tingkat pendidikan orang tua yang masih rendah. Di wilayah Posyandu RW 02 saja ditemukan sekitar 148 bayi dan balita. Keadaan di atas disertai juga dengan keadaan sosial ekonomi keluarga yang masih kurang, sehingga akses untuk mendapatkan layanan pemeriksaan tumbuh kembang anak masih kurang. Selain itu ditemukan juga beberapa kondisi masyarakat terutama ibu-ibu kader Posyandu yang masih kurang pengetahuannya tentang perkembangan anak yang normal dan gangguan atau penyimpangan perkembangan, serta ketidaktahuan tentang cara sederhana untuk deteksi dini gangguan atau penyimpangan perkembangan pada anak.

Kartu Kembang Anak (KKA) atau lembar perkembangan bayi balita merupakan alat sederhana untuk deteksi dini penyimpangan atau gangguan perkembangan anak. Alat ini perlu disosialisasikan agar pemanfaatannya oleh masyarakat umum yang langsung berhubungan secara dekat dengan anak bisa lebih baik, sehingga pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara optimal dan diharapkan dapat menunjang keberhasilan masa depan anak dan kebahagiaan keluarga.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan beberapa masalah yaitu :
  • Bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita dan kader Posyandu mengenai perkembangan anak yang normal
  • Bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama ibu-ibu dan kader Posyandu mengenai gangguan atau penyimpangan perkembangan pada anak
  • Bagaimana meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dan kader Posyandu tentang cara sederhana untuk deteksi dini gangguan perkembangan dengan menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA) atau Lembar Perkembangan bayi balita
  • Bagaimana memotivasi para kader Posyandu dan ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita untuk memanfaatkan KKA atau lembar perkembangan bayi balita secara mandiri dan berkesinambungan.
Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved