Pembelajaran Keterampilan Membatik Pada Siswa Tunarungu


Salah satu tujuan khusus pendidikan anak tunarungu jenjang SMALB ditekankan pada keterampilan menerapkan kemampuan dasar di bidang akademik yang mengerucut pada pengembangan kemampuan vokasional yang berguna sebagai pemenuhan kebutuhan hidup, salah satunya dengan mengembangkan keterampilan membatik. Namun kenyataan di lapangan anak tunarungu mengalami hambatan dalam pembelajarannya. Pembelajaran keterampilan membatik yang secara teoritis sangat sulit dipahami oleh siswa tunarungu karena adanya keterbatasan dalam menerima  informasi yang bersifat abstrak dan terbatasnya bahasa isyarat yang di gunakan oleh guru keterampilan karena guru yang bersangkutan bukan dari spesialisasi tunarungu, maka hal ini  terkadang mengakibatkan terjadinya miss komunikasi dalam KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar ), sehingga kurang lancarnya pembelajaran keterampilan membatik. Bertitik tolak dari permasalahan di atas, maka masalah pokok yang ingin diungkap dalam penelitian yaitu bagaimana pembelajaran keterampilan membatik pada siswa tunarungu jenjang SMALB di SLB Negeri Cicendo Bandung yang meliputi : program pembelajaran keterampilan membatik pada siswa tunarungu, pelaksanaan program keterampilan membatik, pelaksanaan evaluasi keterampilan membatik, kemampuan siswa dalam pembelajaran keterampilan membatik, hambatan yang dialami siswa dalam pembelajaran keterampilan membatik, dan upaya guru dalam mengatasi hambatan yang di hadapi. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran mengenai pembelajaran keterampilan membatik siswa tunarungu jenjang SMALB di SLB B Negeri Cicendo Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu teknik saling mempertegas data. Dari hasil pengolahan data penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa guru dalam pembelajaran keterampilan membatik sudah menyiapkan program pembelajarannya dan melaksanakan program tersebut sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan menindak lanjutinya dengan evaluasi. Kemampuan siswa tunarungu dalam keterampilan membatik di bagi dalam beberapa bagian yaitu kemampuan siswa dalam mengenal peralatan membatik, mengenal dan menyebutkan peralatan membatik, menggunakan peralatan membatik, membuat pola batik, menjiplak motif batik, mengecap batik sesuai pola, mencetak dengan canting, proses pewarnaan/pencelupan, dan proses pengeringan batik. Secara keseluruhan kemampuan siswa dalam keterampilan praktik membatik sudah baik, hanya beberapa orang saja yang masih memerlukan bimbingan dan motivasi guru. Upaya lain yang dilakukan guru adalah membangun komunikasi yang lebih efektif pada siswa dan memberi kesempatan kembali untuk mengulang materi yang kurang dipahami siswa dalam bentuk praktik membatik.

Download Skripsi Lengkap