REFERENSI PENDIDIKAN

Penanganan Anak Autis

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/penanganan-anak-autis.html

Berdasarkan penelitian genetika, khususnya pada neurologis, yang dilakukan pada dewasa ini terhadap kasus utama autism ternyata bahwa hasilnya menunjukkan bukti bahwa secara signifikan sindrom autism berasal dari luasnya defisit dalam otak yang menjadi sebab ketidakberfungsian sistem syaraf pusat yang ada pada otak. Ketidakberfungsian itu terjadi pada bagian ”temporal lobe” dan ”cerebellum” yang mengecil, khususnya pada daerah yang ada pada ”medial temporal lobe” yang disebut dengan daerah ”amygdala”. Ketidakberfungsian sistem syaraf pusat ini disebut juga dengan istilah lainnya berupa: sensory integration dysfunction, sensory integration disorder, atau sensory integrative dysfunction.

Sensory integration dysfunction (SID) merupakan ketidakmampuan untuk melakukan proses informasi yang  diterima melalui indera. Hal ini terjadi akibat ketidakberfungsian sistem syaraf pusat yang ada di otak untuk menganalisa, mengatur, dan melakukan hubungan secara terpadu terhadap pesan-pesan yang masuk melalui indera (berupa stimulus atau rangsangan) dan melakukan respon melalui seluruh syaraf tubuh sesuai dengan stimulus yang ada.

Akibat adanya SID, seorang anak tidak dapat melakukan respon terhadap informasi yang masuk melalui inderanya dan selanjutnya ia tidak mampu berperilaku secara konsisten dan sesuai dalam kehidupan sehari-harinya. Ketidakmampuan itu terjadi karena ia menghadapi kesulitan untuk dapat merencanakan dan mengatur apa yang ia inginkan. Dengan kata lain, saat terjadi ketidakberfungsian yang bersangkutan sulit memahami dan menangkap informasi yang datang melalui sistem syarafnya.

Dengan adanya SID, anak autistik mengalami permasalahan berkaitan dengan: Pemrosesan Sensori dan Perilaku. Sebagai acuan-awal sebelum melakukan layanan-layanan khusus terhadap anak autistik. Perlu diketahui gejala-gejala secara umum berkaitan dengan ketidakberfungsian pemrosesan sensori-integrasi dan permasalahan perilaku.

1. Sensory Processing Problems atau Masalah yang Berkaitan dengan Proses Pancaindera

Sensory integration dysfunction atau ketidakberfungsian pengintegrasian-pancaindera dapat diduga ketika anak memunculkan satu atau lebih dari gejala-gejala umum dengan frekuensi, intensitas, dan durasi tertentu. Saat terjadi kesulitan terhadap sentuhan, gerakan dan posisi, tubuh dapat memberitahukan adanya gejala-gejala sensory integration dysfunction, dimungkinkan juga anak memunculkan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan problem pancaindera.

2. Behavior Problems atau Permasalahan Perilaku

Sensory integration dysfunction mempunyai kontribusi terhadap masalah tertentu atau membuat lebih buruk masalah-masalah lain. Beberapa perilaku berkaitan dengan kemungkinan adanya hubungan dengan pengintegrasian pancaindera, atau menjadi penyebab masalah perkembangan lainnya, antara lain :
  1. Melakukan suatu kegiatan dalam tingkat yang tinggi.
  2. Tingkat kegiatan yang rendah dan tidak umum.
  3. Impulsivity (menurutkan kata hati).
  4. Suka mengacau atau distractibility.
  5. Mempunyai masalah terhadap otot-otot dan koordinasi gerak.
  6. Koordinasi antara tangan-mata sangat kurang.
  7. Sangat rentan terhadap perubahan situasi.
  8. Anak mudah sekali menjadi frustasi.
  9. Bermasalah dalam pengaturan diri-sendiri.
  10. Bermasalah dalam bidang akademik.
  11. Bermasalah dalam bersosialisasi.
  12. Mempunyai masalah emosional.
Download Artikel Lengkap : Klik Disini
Penanganan Anak Autis, Pada: 4:37 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved