REFERENSI PENDIDIKAN

Pengertian hendaya Perilaku Menyimpang

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/06/pengertian-hendaya-perilaku-menyimpang.html

Behavioral impairment atau hendaya perilaku menyimpang merupakan istilah berkaitan dengan kelainan perilaku yang banyak dibicarakan oleh para pendidik. Definisi dan pemberian nama-nama lain, antara lain berkaitan dengan istilah-istilah, seperti: gangguan emosional, perilaku sosial-emosional yang maladaptif, kelainan perilaku, hambatan dalam pendidikan, dan kelainan psikologis (Geddes, D., 1981:123). Sedangkan  

Hallahan & Kauffman (1986:146), memberikan istilah kelainan perilaku dengan nama: gangguan perilaku/ kelainan perilaku.

Definisi tentang anak dengan hendaya perilaku menyimpang saat ini masih dipakai pendapat dari Eli M. Bower (1981), yang menyatakan bahwa “anak-anak yang mempunyai hendaya perilaku menyimpang secara emosional adalah mereka yang menunjukkan satu atau lebih dari kelima karakteristik di bawah ini yang terjadi secara terus-menerus serta menjadi lebih berkembang”. Karakteristik anak-anak yang mempunyai kelainan perilaku menyimpang, menurut Geddes, D. (1981:124) dan Kauffman, J.M. (1985:22), adalah mereka yang menunjukkan lima karakteristik sebagai berikut.
  1. Mempunyai masalah belajar yang tidak dapat dikemukakan oleh faktor-faktor: intelektual, sensori, atau faktor kesehatan.
  2. Ketidakmampuan untuk membangun hubungan antar-pribadi secara memuaskan, sehingga hubungan antar pribadi (dengan teman-teman dan guru) yang sangat rendah.
  3. Berperilaku dan berperasaan yang tidak semestinya.
  4. Pada umumnya, mereka merasa tidak bahagia atau depresi.
  5. Bertendensi terjadi peningkatan gejala-gejala pisik yang kurang sehat, rasa sakit, atau rasa takut yang bersifat psikologis berkaitan dengan masalah-masalah saat melakukan hubungan dengan orang dan sekolah (Bower, 1969 dalam Geddes, D., 1981:124; dalam Kauffman, J.M., 1986:22).
Kelima karakteristik tersebut di atas mengacu ke pada pernyataan-pernyataan berkaitan dengan pemberian suatu definisi berdasarkan atas penyelidikan yang banyak dipakai dalam berbagai kegiatan para ahli pendidikan (Cullinan & Epstein, 1979; Epstein et al, 1977, dalam Kauffman, 1985:18), yang menunjukkan adanya beberapa komponen yang dapat diidentifikasi, sebagai berikut.
  1. Adanya kelainan emosi atau perilaku
  2. Ketidakmampuan melakukan hubungan antar-pribadi
  3. Ketidakmampuan belajar dan pencapaian keterampilan-keterampilan di sekolah.
  4. Perilaku yang berbeda dengan perilaku pada umumnya atau tidak sesuai dengan harapan-harapan yang diinginkan sesuai dengan kecocokan-umur.
  5. Permasalahan yang disandangnya dalam kurun waktu yang panjang.
  6. Hendaya perilakunya dikategorikan dalam tingkat berat (severe).
  7. Membutuhkan bantuan pendidikan khusus (special education).
Kelainan perilaku anak yang menyimpang dari perilaku normal, diakibatkan adanya pertentangan dengan orang dan masyarakat sekitarnya. Kebanyakan dari mereka mempunyai skor rendah dalam belajar dan tes inteligensi. Prevalensi terjadinya anak-anak dengan hendaya perilaku menyimpang bervariasi, namun diperkirakan berkisar antara dua hingga 22 persen dari anak-anak usia sekolah, dan diidentifikasikan banyak terjadi pada anak-anak laki-laki daripada anak perempuan. Pendapat lain, bahwa privalensi dari anak dengan hendaya perilaku menyimpang berkisar lima hingga 20 persen atau bahkan lebih dari populasi anak usia sekolah (Kauffman, J.M., 1985:25). Sulitnya memperkirakan privalensi secara tepat disebabkan oleh adanya beberapa hal sebagai berikut. Download Artikel Lengkap : Klik Disini

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved